Islam Times 20 Jul 2021 132021000000Tue, 20 Jul 2021 13:45:15 +0430 13:45 https://www.islamtimes.org/id/news/944348/pm-pasukan-tempur-asing-as-tidak-dibutuhkan-di-irak -------------------------------------------------- AS dan Gejolak Irak: Title : PM: Pasukan Tempur Asing AS 'Tidak Dibutuhkan' Di Irak -------------------------------------------------- IslamTimes - Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhimi mengatakan bahwa kunjungannya yang akan datang ke Washington bertujuan untuk mendorong penarikan pasukan tempur asing dari negara Arab. Text : Dalam sebuah wawancara dengan jaringan berita televisi al-Hadath milik Saudi pada hari Minggu (18/7), al-Kadhimi mengatakan tidak perlu kehadiran pasukan tempur asing di tanah Irak.   Dia juga mengatakan bahwa dia tidak akan membiarkan negaranya digunakan untuk mengancam tetangganya. Al-Kadhimi dijadwalkan mengunjungi Washington minggu depan untuk mendorong jadwal konkret penarikan pasukan AS dari Irak.   Gedung Putih mengatakan pada hari Jumat bahwa Presiden AS Joe Biden akan bertemu dengan perdana menteri Irak pada 26 Juli untuk membahas “kemitraan strategis antara Amerika Serikat dan Irak.”   Hubungan Baghdad-Washington telah memburuk sejak pembunuhan AS terhadap jenderal anti-teror Iran Qassem Soleimani bersama dengan Wakil Komandan Persatuan Mobilisasi Populer Irak [PMU] Abu Mahdi al-Muhandis di Bandara Internasional Baghdad pada Januari 2020, dalam serangan pesawat nir awak yang diperintahkan langsung oleh mantan Presiden AS Donald Trump.   Pembunuhan itu memicu Parlemen Irak untuk memilih pengusiran semua pasukan asing pimpinan AS dari negara itu, diikuti oleh posisi AS di Irak yang berulang kali menjadi sasaran.   Sebagai tanggapan, AS, di bawah Trump dan Biden, telah menyerang posisi pasukan perlawanan Irak, khususnya pasukan PMU, yang memainkan peran penting dalam mengalahkan Daesh [singkatan bahasa Arab untuk kelompok teroris ISIS/ISIL ] dan secara resmi bagian dari militer Irak.   Secara relatif, seorang anggota politbiro kelompok perlawanan Asaib Ahl al-Haq, yang merupakan bagian dari PMU, menekankan perlunya melawan “pasukan teroris AS” di Irak, dengan mengatakan tidak ada tempat yang aman bagi pasukan pendudukan Amerika di negara Arab.   “Kelompok perlawanan bermaksud untuk terlibat dalam konflik langsung dengan militer AS,” kata Saad al-Saadi, kantor berita al-Ebaa melaporkan pada hari Minggu.   Al-Saadi menekankan bahwa masalah keamanan, politik, dan ekonomi di Irak disebabkan oleh AS.   Dia juga meminta al-Kadhimi untuk peka tentang kedaulatan Irak, mencatat bahwa perdana menteri Irak menghadapi tantangan besar dan dia harus membuktikan patriotismenya.[IT/r]