Islam Times 8 Aug 2021 142021000000Sun, 08 Aug 2021 14:23:59 +0430 14:23 https://www.islamtimes.org/id/news/947363/nasrallah-hizbullah-tak-mengejar-perang-tapi-juga-tidak-takut -------------------------------------------------- Title : Nasrallah: Hizbullah Tak Mengejar Perang, Tapi Juga Tidak Takut Perang -------------------------------------------------- Islam Times - Sekretaris Jenderal Hizbullah mengatakan gerakan perlawanan Libanon tidak mengejar perang, tetapi juga tidak takut akan perang karena yakin tentang peluang kemenangannya. Text : Sayyid Hassan Nasrallah membuat pernyataan itu dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Sabtu, berbicara dalam peringatan kemenangan gerakan melawan rezim Israel dalam perang terakhir di Libanon pada tahun 2006. Pemimpin Hizbullah menekankan kesiapan dan kecakapan kelompoknya serta persenjataan lengkap mengingat eskalasi berbahaya baru-baru ini yang dipicu oleh militer rezim terhadap Libanon. Awal pekan ini, militer Israel menyerang daerah di Libanon lewat udara setelah menyerang artileri berat yang ditujukan ke selatan negara itu sebagai tanggapan atas dugaan tembakan roket. Pada hari Jumat, Hizbullah mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa unitnya menghantam "ladang terbuka" di dekat posisi Israel pada pukul 11:15 waktu setempat (0815 GMT), menggunakan "puluhan" roket kaliber 122mm. Jaringan televisi al-Mayadeen Libanon mengatakan sedikitnya 20 roket ditembakkan ke posisi militer rezim. “Kami tidak mengejar perang. Bukan kami yang melakukan agresi [di tempat pertama]. Namun, kami siap dan tidak takut perang,” tegas Nasrallah seperti dilansir Press TV. “Kami siap setiap saat, dan yakin bahwa kami akan menang dalam peperangan [apa pun],” tambahnya. Nasrallah menggambarkan pembalasan Jumat sebagai sebagian kecil dari apa yang mampu dilakukan Hizbullah, mengatakan kelompok itu memiliki serangkaian pilihan pertahanan yang dapat diandalkan jika terjadi konflik. “Oleh karena itu, jika rezim Zionis melakukan tindakan kebodohan, mereka akan menghadapi tanggapan yang berat,” katanya. Nasrallah bahkan mengancam rezim yang “menyerang petani dan warga sipil di Palestina utara,” dan mengatakan gerakan itu akan “memikirkan waktunya jika ingin membalas serangan rezim di Dataran Tinggi Golan yang diduduki [Suriah]." Rezim itu mengira bahwa serangannya akan melemahkan gerakan perlawanan Islam di kawasan itu, tapi sekarang perlawanan telah meningkatkan “kemampuan dan kualitas misilnya,” katanya.[IT/AR]