Islam Times 3 Dec 2022 032022000000Sat, 03 Dec 2022 03:52:47 +0330 3:52 https://www.islamtimes.org/id/news/1028158/warga-inggris-beralih-ke-makanan-hewan-di-tengah-krisis-biaya-hidup -------------------------------------------------- Ekonomi Inggris: Title : Warga Inggris Beralih ke Makanan Hewan di tengah Krisis Biaya Hidup -------------------------------------------------- IslamTimes - Krisis biaya hidup yang tinggi di Inggris telah mendorong warga Inggris di beberapa kota makan makanan hewan peliharaan. Text : Media Inggris melaporkan pada hari Kamis (1/12) bahwa orang-orang "makan makanan hewan" karena mereka tidak mampu membeli makanan asli lagi. Menurut laporan itu, beberapa bagian Wales sangat terpukul oleh kemiskinan sehingga orang-orang terpaksa turun ke tingkat terendah hanya untuk memberi makan keluarga mereka. Itu terjadi setelah data Sensus baru menunjukkan enam komunitas Wales yang paling kekurangan berada di Cardiff, ibu kota Wales. Bulan lalu, biaya makanan naik lagi, dengan harga toko bahan makanan lebih dari 12 persen lebih tinggi dari tahun sebelumnya, menurut laporan tersebut. "Saya masih kaget dengan fakta bahwa ada orang yang makan makanan hewan," kata Mark Seed, yang menjalankan proyek makanan komunitas di Trowbridge East Cardiff, kepada BBC. [Ada] orang yang mencoba memanaskan makanan mereka dengan radiator atau lilin," katanya. Seed mencatat bahwa saat ini rumah tangga Inggris yang sedang berjuang untuk bertahan hidup dapat ditemukan di daerah-daerah di luar daerah yang telah lama dikaitkan dengan kemiskinan. Dia mengatakan untuk mengatasi kemiskinan, pemerintah perlu mengubah kebijakannya untuk fokus pada orang dan bukan pada tempat. “Cardiff adalah kota yang berkembang namun ada kantong-kantong kekurangan yang tidak dapat diterima,” katanya. Pejabat amal mengatakan orang-orang tidak dibayar cukup untuk membeli kebutuhan pokok karena krisis biaya hidup mendorong harga naik. Statistik resmi pemerintah menunjukkan inflasi Inggris naik ke level tertinggi 41 tahun di atas sebelas persen. Pemerintah terus menyalahkan perang di Ukraina dan pandemi COVID sebagai faktor utama di balik keterpurukan ekonomi.[IT/r]