Islam Times 23 Nov 2022 062022000000Wed, 23 Nov 2022 06:43:37 +0330 6:43 https://www.islamtimes.org/id/news/1026304/anderson-ke-al-manar-as-gelar-perang-proksi-terobsesi-dengan-iran-yang-kuat -------------------------------------------------- Title : Anderson ke Al-Manar: AS Gelar Perang Proksi, Terobsesi dengan Iran yang Kuat -------------------------------------------------- Islam Times - Akademisi internasionalis Tim Anderson mengungkapkan bahwa AS telah bertahun-tahun menciptakan perang proksi di seluruh dunia, mencatat bahwa Washington dan Tel Aviv terobsesi dengan Iran yang kuat. Text : Anderson yang merupakan dosen senior di Departemen Ekonomi Politik di University of Sydney, dikenal karena sikapnya yang pro-Palestina. Dia juga dikenal karena posisinya mendukung Gerakan Perlawanan.  Anderson memiliki beberapa publikasi dan buku, termasuk “The Dirty War on Syria” dan Axis of Resistance: “Towards an Independent Middle East.” Dalam sebuah wawancara terbaru Al-Manar terkait isu internasional,  Anderson memuji apa yang disebutnya “perubahan besar muncul di Palestina,” mengacu pada tindakan perlawanan di seluruh negara yang diduduki, terutama di Tepi Barat. Akademisi Australia itu mencatat bahwa entitas Zionis menghadapi perpecahan internal serta tuduhan melakukan kejahatan apartheid terhadap rakyat Palestina. Anderson juga menegaskan bahwa Amerika Serikat telah mengobarkan perang proxy melawan Rusia di Ukraina. Dia menyamakan konflik di Ukraina dengan konflik di Suriah, mencatat bahwa ketika Washington mendanai kelompok teroris ISIS dan Front Al-Nusra di Suriah dan Irak, hal yang sama dilakukan dengan kelompok neo-Nazi di Ukraina. Terkait Iran, Anderson mengatakan bahwa AS dan ‘Israel’ sangat terobsesi dengan Iran karena negara itu adalah negara kuat dan mandiri yang mendukung perlawanan. Dalam konteks ini, dia mencatat bahwa AS dan entitas Zionis menggunakan dalih apa pun untuk membuat Iran tidak stabil, mengutip kerusuhan baru-baru ini di seluruh Republik Islam. Anderson dipecat dari universitas Australia pada 2019 setelah dia melapiskan swastika (lambang Nazi) di atas bendera Israel dalam presentasi tayangan slide tentang liputan media tentang agresi Israel di Palestina. Menekankan bahwa liputan media Barat menyesatkan, akademisi Australia itu mengatakan bahwa kekuatan anti-Palestina ingin membungkam semua orang yang mendukung perlawanan. Sebagai penutup, Anderson menekankan bahwa satu-satunya kunci untuk menghadapi perang yang dilancarkan terhadap kawasan ini adalah kesatuan faksi-faksi perlawanan di Palestina, Suriah, Irak, dan Iran.[IT/AR]