Islam Times 3 Dec 2022 032022000000Sat, 03 Dec 2022 03:55:24 +0330 3:55 https://www.islamtimes.org/id/news/1028159/ajudan-zelensky-sebanyak-13-000-tentara-ukraina-tewas-dalam-perang-dengan-rusia -------------------------------------------------- Konflik Ukraina: Title : Ajudan Zelensky: Sebanyak 13.000 Tentara Ukraina Tewas dalam Perang dengan Rusia -------------------------------------------------- IslamTimes - Penasihat utama presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang terkepung telah mengklaim bahwa sebanyak 13.000 tentara Ukraina telah tewas sejak Rusia meluncurkan operasi militernya di negara itu sembilan bulan lalu. Text : Mykhailo Podolyak seperti dikutip oleh Channel 24 Ukraina pada hari Kamis (1/12) bahwa mereka memiliki informasi resmi dari staf umum tentara, yang menunjukkan bahwa jumlah korban tewas bervariasi antara 10.000 dan 13.000. “Kami memiliki angka resmi dari staf umum, kami memiliki angka resmi dari komando tertinggi, dan jumlahnya (antara) 10.000 dan 12.500 hingga 13.000 tewas,” Podolyak mengumumkan. “Kami terbuka untuk membicarakan jumlah korban tewas,” tambahnya, mengatakan lebih banyak tentara yang terluka daripada yang tewas. Jumlah korban militer belum dikonfirmasi oleh angkatan bersenjata negara itu dan Podolyak mengatakan Zelenskyy akan mempublikasikan data resmi "ketika saat yang tepat tiba". Pada bulan Juni, ketika pasukan Rusia membuat kemajuan teritorial yang cepat dan menguasai wilayah paling timur Lugansk, Zelensky mengklaim bahwa Ukraina kehilangan antara 60 dan 100 tentara sehari, sehingga jumlah korban pada saat itu mencapai 500. Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu juga mengatakan pada bulan September bahwa 5.937 tentara Rusia telah tewas dalam konflik militer yang berkepanjangan. Rusia meluncurkan operasi militer di Ukraina pada akhir Februari, menyusul kegagalan Kiev untuk menerapkan ketentuan perjanjian Minsk dan pengakuan Moskow atas wilayah Donetsk dan Luhansk yang memisahkan diri. Pada saat itu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan salah satu tujuan dari apa yang dia sebut sebagai "operasi militer khusus" adalah untuk "melucuti" Ukraina. Sejak operasi diluncurkan, sekutu Barat Kiev telah memasok persenjataan canggih ke Ukraina, sebuah langkah yang telah berulang kali diperingatkan Rusia hanya akan memperpanjang perang yang membara. Inggris sejauh ini telah muncul sebagai pendukung senjata paling setia dan patuh di Ukraina setelah Amerika Serikat.[IT/r]