Islam Times 4 Jul 2022 162022000000Mon, 04 Jul 2022 16:32:57 +0430 16:32 https://www.islamtimes.org/id/news/1002662/laporan-turki-menahan-kapal-kargo-rusia-yang-membawa-gandum-atas-permintaan-ukraina -------------------------------------------------- Turki dan Konflik Ukraina: Title : Laporan: Turki Menahan Kapal Kargo Rusia yang Membawa Gandum atas Permintaan Ukraina -------------------------------------------------- IslamTimes - Otoritas bea cukai Turki menahan sebuah kapal kargo berbendera Rusia yang membawa gandum atas permintaan Ukraina, kata laporan Senin (4/7). Text : Sebuah laporan Reuters mengatakan kapal Zhibek Zholy berlabuh sekitar satu kilometer dari pantai dan di luar pelabuhan Laut Merah Karasu dekat Selat Bosphorus pada hari Minggu (3/7), tanpa tanda-tanda pergerakan yang jelas di atas atau oleh kapal lain di dekatnya. Ukraina sebelumnya telah meminta Turki untuk menahan kapal kargo tersebut, menurut dokumen yang dilihat oleh Reuters. Dalam laporan terpisah, Sputnik mengutip sebuah sumber di kantor bea cukai Turki yang mengatakan bahwa kapal Rusia itu diduga mengangkut gandum Ukraina. "Kapal itu ada di sini tetapi tidak ada kejelasan dan tidak ada keputusan konkret yang diambil. Permintaan telah dibuat [oleh Ukraina untuk menahan kapal] dan penyelidikan sedang berlangsung," kata sumber itu. Pejabat Ukraina sebelumnya mengatakan bahwa 4.500 ton gandum disita dari kota pelabuhan Berdyansk di provinsi tenggara Zaporizhzhia, yang saat ini berada di bawah kendali Rusia. Dalam sebuah surat tertanggal 30 Juni kepada kementerian kehakiman Turki, kantor kejaksaan Ukraina mengatakan kapal itu terlibat dalam "ekspor ilegal gandum Ukraina" dari Berdyansk dan menuju ke Karasu di Turki. Kantor kejaksaan Ukraina meminta Turki untuk “melakukan pemeriksaan kapal laut ini, menyita sampel biji-bijian untuk pemeriksaan forensik, meminta informasi tentang lokasi biji-bijian tersebut”, kata surat itu. Vladimir Rogov, seorang anggota pemerintahan militer-sipil baru di wilayah Zaporizhzhia, menuduh Barat melakukan pembajakan. "Mereka yang menciptakan situasi ini menghalangi penjualan biji-bijian dan memburu kapal-kapal Rusia yang membawa biji-bijian itu. Secara bersamaan, mereka menuduh Rusia menyebabkan kelaparan global," kata Rogov seperti dikutip Sputnik. Pada hari Minggu, duta besar Ukraina untuk Turki mengklaim di televisi nasional Ukraina bahwa Kiev menikmati kerja sama penuh dengan Ankara. “Kami memiliki kerja sama penuh. Kapal saat ini berdiri di pintu masuk pelabuhan, telah ditahan oleh otoritas bea cukai Turki, ”katanya. Sebuah kapal kargo berbendera Rusia yang mengangkut 7.000 ton biji-bijian meninggalkan pelabuhan Laut Hitam Berdyansk pada hari Kamis (30/6). Ukraina meminta Turki untuk menahan kapal tersebut. Rogov mengatakan kapal yang ditahan itu membawa 4.500 ton biji-bijian. Sementara itu, di Donbas Ukraina, yang terdiri dari dua wilayah yang memisahkan diri, Donetsk dan Luhansk, pasukan pro-Rusia telah mendeklarasikan kemerdekaan. Pasukan Rusia dengan bantuan pejuang lokal pro-Rusia telah berhasil membebaskan beberapa kota di dua wilayah yang diduduki oleh Ukraina. Rusia melancarkan operasi militer di Ukraina pada akhir Februari, menyusul kegagalan Kiev untuk menerapkan ketentuan perjanjian Minsk dan pengakuan Moskow atas wilayah Donetsk dan Luhansk yang memisahkan diri. Pada saat itu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan salah satu tujuan dari apa yang disebutnya "operasi militer khusus" adalah untuk "mende-Nazifikasi" Ukraina.[IT/r]