Islam Times 30 Mar 2020 122020000000Mon, 30 Mar 2020 12:21:57 -0400 12:21 https://www.islamtimes.org/id/news/853478/jumlah-korban-covid-19-di-new-york-lewati-1-000 -------------------------------------------------- Title : Jumlah Korban Covid-19 di New York Lewati 1.000 -------------------------------------------------- Islam Times - Jumlah korban meninggal akibat virus korona (covid-19) di negara bagian New York, Amerika Serikat, telah melewati angka 1.000 pada Minggu 29 Maret malam waktu setempat. Text : Sementara di New York City, kota terbesar di New York, angka kematiannya bertambah menjadi 776. Dikutip dari Guardian, Senin 30 Maret 2020, sedikitnya ada 250 tambahan kematian di luar New York City sepanjang akhir pekan. Tambahan data tersebut menjadikan total kematian di New York mencapai sedikitnya 1.026. Infeksi pertama covid-19 di New York muncul pada 1 Maret, yakni seorang pekerja kesehatan yang baru saja pulang dari Iran. Dua hari kemudian, New York melaporkan kasus kedua, seorang pengacara dari wilayah New Rochelle. Saat ini, New York masih menjadi negara bagian penyumbang angka kasus dan kematian tertinggi akibat covid-19 di AS. Berdasarkan data terbaru Universitas Johns Hopkins pada Senin ini, total kasus covid-19 di AS telah melampaui 142 ribu dengan 2.489 kematian dan 4.767 pasien sembuh. Akhir pekan kemarin, Presiden AS Donald Trump sempat mewacanakan menutup rapat negara bagian New York, yang merupakan penyumbang tertinggi jumlah kasus dan kematian akibat covid-19. Namun setelah dikecam Gubernur New York Andrew Cuomo, Trump mengurungkan niatnya. Melalui Twitter, Trump mengatakan bahwa alih-alih karantina, "imbauan perjalanan" akan diterapkan untuk New York, New Jersey, dan Connecticut. Imbauan akan dikeluarkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC). Inti dari imbauan CDC adalah meminta semua warga di tiga negara bagian tersebut untuk "menahan diri" dari melakukan perjalanan domestik "non-esensial" atau tidak penting selama kurun waktu 14 hari. Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Trump memperpanjang sejumlah aturan terkait pandemi covid-19, termasuk menjaga jarak sosial atau social distancing, hingga 30 April mendatang. Sebelumnya, Trump berencana melonggarkan pembatasan di sejumlah wilayah saat Hari Raya Paskah pada 12 April. [IT/Medcom]