0
Wednesday 20 May 2020 - 05:58

Masih Remehkan Pekikan, "Mampus Israel, Mampus Amerika"?!

Story Code : 863709
Masih Remehkan Pekikan, "Mampus Israel, Mampus Amerika"?!
Dilukai hatinya, dibunuh harapan dan hidupnya. Di Palestina sana, saudara-saudari kita diusir dari kampung halamannya. Dipaksa meninggalkan agama dan keyakinannya. Disiksa untuk menyerahkan hak miliknya, dibunuh untuk  berkata "ya" pada penjarahan tanah airnya.

Di Palestina lain sana, atas nama kehendaknya, Amerika membunuh warga tak berdosa. Di Palestina lain sana, atas nama demokrasi, Amerika membumi hanguskan negara, membunuh tanpa rasa bersalah, menodai tempat-tempat suci dan tempat ibadah. Di Palestina lain sana, atas nama tatanan dunia global, tiap negara dipaksa mengikuti model tunggal. Itu karena, Amerika dan sekutu-sekutunya memegang hegemoni politik, ekonomi, militer, dan informasi. Di Palestina lain sana, banyak pemimpin negara harus sungkem, mengemis restu dari Amerika dan Zionis. Memilih didukung atau ditendang.  "Inilah mimpi Amerika, mimpi buruk dunia", seperti catatan seorang penulis buku.

Kelugasan informasi memperlihatkan pencekikan nafas-nafas sengal bangsa Palestina, suara-suara parau bangsa Suriah, Irak, Yaman, Nigeria, dan seluruh jeritan-jeritan pilu umat Islam. Kecerdikan media menampungnya sebegitu rupa seakan dunia berlalu dengan ketenangan dan kedamaian. Lalu apakah dunia Islam sedang berduka?!.

Di dunia lain sana, gerak sejarah mulai berubah. Ada yang setia melakukan perlawanan, memekikkan slogan, "Mampus Israel, Mampus Amerika". Pekikan bergema ke seantero dunia, menggelinding menjadi gerak global Yaumul Quds, tepat di penghujung bulan Ramadhan. Imam Khomaini mengubah peta baru sejarah dunia. Palestina dan Palestina lain kini bukan hanya milik bangsa Palestina semata. Palestina dan Palestina lain milik dunia Islam yang akan menumbangkan Israel dengan paksa.

Apa yang diharapkan Bapak Revolusi Islam Imam Khomeini? Kesadaran dunia Islam bangkit melawan arogansi Israel dan Amerika. Kebangkitan dunia Islam menegakkan keadilan, memberantas kedzaliman dimana saja dan kapan saja. Jika Israel merasa jumawa karena di dukung dengan segala daya oleh Amerika, apa yang kita lakukan untuk membantu saudara kita di Palestina dan dimana saja?! Bersama menyelami derita Palestina!

Derita Palestina yang kita rasa, tidak seberapa ketimbang lipatan bayang-bayang kehancuran zionis Israel didepan mata. Israel sudah capek, mental mereka hancur terus menerus digerus gemuruh suara jalanan "Mampus israel, Mampus Amerika".

Akankah kita masih memandang tidak berarti pekikan, "Mampus Israel dan Mampus Amerika"?!

Ketika dunia membodohkan perlawanan kerikil dan ketapel anak-anak Palestina, pekikan "Mampus Israel dan Mampus Amerika" terus menggelinding menyangga kerikil-kerikil yang dilontarkan dari senjata ketapel. Ketika negara-negara Arab minder, kecut, kerdil, bersama pekikan, kita akan terus bergerak sampai di garis terdepan, dengan senjata yang sama, "Mampus Israel dan Mampus Amerika".

Ingat! Mereka yang enak makan dan tidur nyenyak di garis paling belakang, karena perlawanan anak-anak Palestina dengan ketapel dan kerikil di garis terdepan. Tanpa mereka, adakah jaminan selamat dari kebrutalan Israel?! Dan dunia Islam, muslim manapun yang nonton batu dan ketapel dari jauh, sungguh berhutang pada mereka yang mau mengorbankan diri untuk berdiri dan menyusup di barisan musuh.

Akankah kita masih memandang tidak berarti pekikan, "Mampus Israel dan Mampus Amerika"?!

Kepada Islam, anak-anak kecil Palestina itu hendak meyakinkan bahwa misinya bukanlah sekte, mazhab atau Arabisme. Mereka berkorban untuk dunia Islam. Kepada umat Islam, pekikan kita itu hendak menyampaikan pesan bahwa Yaumul Quds adalah hari besar pembebasan untuk kebebasan semua. Kepada dunia, pekikan itu hendak memberikan catatan bahwa Jumat terakhir bulan Ramadhan adalah peristiwa besar pertama untuk kemenangan umat Islam dan Israel selalu keok.

Akankah kita masih memandang tidak berarti pekikan, "Mampus Israel dan Mampus Amerika"?! [IT]
Artikel Terkait
Comment