0
Thursday 21 January 2021 - 09:37
Iran vs Hegemoni Global:

Trump Tidak Berani Memberikan Serangan Militer ke Iran selama Minggu-Minggu Terakhirnya di Kantor

Story Code : 911425
Iran vs Hegemony global.
Iran vs Hegemony global.
Mencabut kesepakatan nuklir Iran, memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Al-Quds, mengakui kedaulatan Zionis Israel atas Dataran Tinggi Golan Suriah, menengahi kesepakatan normalisasi antara Zionis 'Israel' dan beberapa negara Arab, menjatuhkan sanksi pada beberapa negara, dan membunuh Jenderal Senior Iran Qassem Suleimani serta ilmuwan terkemuka Mohsen Fakhrizadeh adalah cerminan paling luar biasa dari komitmen POTUS yang sudah berjalan.
 
Setelah dia gagal memenangkan pemilu 2020, pikiran setan Trump berencana untuk melakukan tindakan tertentu yang melayani kepentingan Zionis bahkan setelah dia meninggalkan jabatannya.
 
Laporan keamanan dan berita yang serius menunjukkan bahwa Trump berencana untuk memberikan serangan militer besar ke fasilitas nuklir di Iran.
 
Sumber lain melaporkan Angkatan Udara Zionis Israel akan menyerang target penting di Iran setelah mendapatkan lampu hijau Trump.
 
Seluruh dunia mulai menggambar skenario perang habis-habisan yang akan meletus di Timur Tengah setelah serangan udara AS-Israel pada target tertentu di Iran selama beberapa minggu terakhir atau bahkan hari-hari masa jabatan Trump.
 
Sebagai tanggapan, para pejabat Iran menyuarakan kesiapan untuk menghadapi agresi apa pun di negara mereka.
 
Tentara Iran dan IRGC melakukan latihan militer skala besar yang menunjukkan ketabahan, tekad dan kekuatan.
 
Selama latihan, rudal balistik ditembakkan, drone tempur diterbangkan, jet perang mengenai sasaran tiruan, dan pasukan infanteri menampilkan keterampilan bertarung yang cekatan.
 
Minggu-minggu terakhir masa jabatan Trump berlalu, dan kekuatan militer raksasa Amerika Serikat dan Zionis 'Israel' tidak berani memberikan pukulan apa pun kepada Republik Islam itu.
 
Rencana Netanyahu untuk memanfaatkan kesempatan terakhir untuk menyerang situs nuklir Iran gagal.
 
Dengan demikian, beberapa minggu terakhir masa jabatan presiden Donald Trump membuktikan bahwa kekuatan militer Republik Islam dapat menghalangi plot gila AS-Zionis Israel.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment