0
Tuesday 7 May 2019 - 03:18

Maduro Siagakan Militer Venezuela Lawan Invasi AS

Story Code : 792652
Nicolas Maduro
Nicolas Maduro
"Bersiaplah untuk membela tanah air dengan senjata di tangan Anda jika suatu hari kerajaan AS berani menyentuh wilayah ini, bumi suci ini," kata Maduro dalam pidato yang disiarkan televisi pada Ahad, 05/05/19, dari sebuah pangkalan di negara bagian Cojedes barat laut.

Maduro, berdiri di samping Menteri Pertahanan Vladimir Padrino dan di hadapan lebih dari 5.000 tentara, menggarisbawahi berlanjutnya dukungan militer untuk pemerintahnya yang sah dan menolak upaya kudeta terbaru oleh sejumlah pasukan pemberontak yang bersekutu dengan pemimpin oposisi yang didukung Barat Juan Guaido.

"Saya memberi tahu para jenderal dan laksamana kemarin: kesetiaan, saya ingin kesetiaan aktif ... Saya percaya Anda, tetapi tetap buka mata Anda, segelintir pengkhianat tidak dapat menodai kehormatan, persatuan, kohesi dan citra angkatan bersenjata," Kata Maduro.

Sekelompok kecil pasukan bersenjata yang menyertai Guaido bentrok dengan tentara pada unjuk rasa anti-pemerintah di ibukota Caracas, Selasa pagi.

Tembakan terjadi dan lebih dari 100 orang terluka.

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump, yang mengakui Guaido sebagai "presiden sementara" Venezuela, dengan cepat mendukung upaya itu. Kemudian pada hari itu, Presiden Maduro menyatakan bahwa upaya kudeta telah dikalahkan.

Kudeta gagal ketika para pemimpin tinggi dan pejabat tinggi militer menegaskan kembali dukungan penuh mereka untuk pemerintah, dan 25 tentara pemberontak mencari suaka di kedutaan Brasil di ibukota.

Menyusul kegagalan tersebut, Sekretaris Negara AS Mike Pompeo memperbarui ancaman terhadap Caracas dan mengatakan pada hari Rabu bahwa Washington dapat menggunakan kekuatan militer untuk mengeluarkan Maduro dari kekuasaan.

"Presiden (Trump) sangat jernih dan sangat konsisten," kata Pompeo. "Tindakan militer sangat memungkinkan."

Venezuela berada dalam kekacauan politik sejak Guaido mendeklarasikan dirinya sebagai "presiden sementara" pada akhir Januari, dan menerima pengakuan langsung dari Washington.

Pemerintahan Trump sejak itu meningkatkan tekanan ekonomi pada Caracas dan berulang kali mengancam akan menggunakan kekuatan militer untuk menggulingkan pemerintah Maduro.

Pada hari Sabtu, sebuah helikopter militer Venezuela jatuh di dekat ibukota, merenggut nyawa tujuh krunya.

Kementerian Pertahanan Venezuela mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa helikopter itu "jatuh ke tanah" ketika terbang dari Caracas ke negara bagian barat laut Cojedes, tempat Maduro menyaksikan serangkaian latihan militer.

"Saya sangat menyesalkan kejadian ini dan menyatakan belasungkawa tulus saya kepada kerabat dan teman-teman mereka," tulis Maduro dalam sebuah pesan Twitter.

Kementerian Pertahanan Venezuela mengatakan pihak berwenang sedang menyelidiki penyebab kecelakaan itu. [IT]


 
Artikel Terkait
Comment