0
Tuesday 21 May 2019 - 19:02
Ingris, AS dan Iran:

Inggris Memihak AS, Mengancam Iran dengan 'Pembalasan'

Story Code : 795530
Jeremy Hunt -Britain
Jeremy Hunt -Britain's Foreign Secretary.jpg
Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt pada hari Senin (20/5) memperingatkan Republik Islam agar tidak memprovokasi Amerika Serikat ketika ketegangan meningkat antara Tehran dan Washington atas penyebaran kapal induk AS, satuan tugas pembom, dan kapal serbu ke Teluk Persia untuk melawan dugaan ancaman yang ditimbulkan oleh Iran.

"Saya akan mengatakan kepada Iran: Jangan meremehkan tekad di pihak AS," kata Hunt kepada wartawan di sela-sela Majelis Kesehatan Dunia di Jenewa, Senin (20/5), menambahkan, "Mereka tidak ingin perang dengan Iran. Tetapi jika Kepentingan Amerika diserang, mereka akan membalas. Dan itu adalah sesuatu yang perlu dipikirkan orang Iran dengan sangat, sangat hati-hati. "

Administrasi Presiden AS Donald Trump mengatakan pengerahan pasukan AS di Timur Tengah adalah langkah "defensif" terhadap Iran, mengklaim telah menerima bukti yang dapat diandalkan dari berbagai sumber yang menunjukkan Teheran berkonspirasi untuk menyerang kepentingan AS dan kepentingan  sekutunya di wilayah tersebut.

Juga pada Minggu (19/5) malam, Trump membuka halaman Twitter resminya, mengancam bahwa Republik Islam akan dihancurkan jika menyerang kepentingan AS.

"Jika Iran ingin berperang, itu akan menjadi akhir Iran secara resmi. Jangan pernah mengancam Amerika Serikat lagi," tambahnya.

Di tempat lain dalam sambutannya, menteri luar negeri Inggris mengatakan solusi untuk menghindari konflik adalah bahwa Iran menahan diri dari apa yang ia sebut sebagai "kegiatan yang tidak stabil di seluruh kawasan."

Pihak berwenang Iran telah sering mengumumkan bahwa tuduhan yang diajukan oleh Washington mengenai ancaman Iran untuk melakukan serangan terhadap kepentingan AS dan mendatangkan malapetaka di wilayah tersebut didasarkan pada "intelijen palsu."[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment