0
Saturday 25 May 2019 - 07:39
AS dan Konflik Semenanjung Korea:

Korea Utara Menunda Pembicaraan sampai AS ‘Mengubah Metode’

Story Code : 796149
North Korean leader Kim Jong-un sitting with US President Donald Trump.jpg
North Korean leader Kim Jong-un sitting with US President Donald Trump.jpg
Dalam sebuah pernyataan yang dibawa oleh kantor berita resmi KCNA pada hari Jumat (24/5), seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara merujuk pada kegagalan pertemuan puncak kedua antara pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump, di ibukota Vietnam pada bulan Februari, dan mengatakan bahwa kegagalan adalah hasil dari "posisi sewenang-wenang dan tidak jujur ​​Amerika".

Trump mengklaim bahwa dia telah "meninggalkan" pertemuan puncak di Hanoi karena Kim bersikeras untuk menghapus semua sanksi terhadap Korea Utara sekaligus. Tetapi Pyongyang menolak akun itu, menekankan bahwa itu hanya meminta pencabutan larangan parsial sebagai imbalan atas serangkaian langkah yang bersedia diambil.

Juru bicara Korea Utara yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa AS bersikeras pada "metode yang sama sekali tidak mungkin dipenuhi."

"Kecuali jika Amerika Serikat menepikan metode perhitungan saat ini dan maju dengan metode perhitungan baru, dialog DPRK-AS tidak akan pernah dilanjutkan, dan dengan perluasan, prospek untuk menyelesaikan masalah nuklir akan sangat suram," Kata pejabat Korea Utara.

Pejabat itu mengatakan negaranya akan mengadopsi pendekatan yang lebih kuat jika AS memperparah permusuhannya. "Amerika Serikat tidak akan bisa menggerakkan kita sedikit pun dengan metode saat ini yang ada dalam pikirannya, dan jika tindakan ketidakpercayaan dan permusuhan terhadap Korea Utara tumbuh, reaksi kita akan semakin ganas."

Pada 9 Mei, AS mengatakan telah menyita kapal kargo Korea Utara karena diduga melanggar sanksi terhadap Pyongyang, membawa ketegangan dengan Korea Utara ke tingkat yang lebih tinggi. Korea Utara menyebut penyitaan itu "perampokan" dan menuntut agar kapal itu segera dibebaskan.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment