0
Monday 8 July 2019 - 13:36

Komandan IRGC: Iran Pecahkan Monopoli Teknologi Komunikasi Dunia

Story Code : 803786
Komandan IRGC
Komandan IRGC
Berbicara pada upacara di Tehran pada Ahad, 07/07/19, untuk mengungkap sistem komunikasi militer buatan dalam negeri yang dijuluki "Sepehr-110", Mayor Jenderal Salami menggambarkan peran komunikasi di berbagai bidang sangat signifikan dan strategis. "Komunikasi dikenal sebagai otak dan saraf angkatan bersenjata", katanya.

Kemampuan untuk menghubungkan semua komponen sistem pertahanan dan mengirimkan pesan secara instan dapat dicapai dengan "komunikasi", tambahnya.

Proses memerintah, mengelola dan mengendalikan berbagai tingkat taktik, operasi, dan strategi dapat difasilitasi melalui komunikasi, tambahnya lagi.

Lebih jauh menuurtnya, komunikasi sebagai "salah satu alat paling penting dari angkatan bersenjata. "Kami memecahkan monopoli kekuatan utama dari teknologi komunikasi canggih."

Dikembangkan oleh para ahli IRGC, Sepehr-110 diharapkan dapat meningkatkan mobilitas sistem komando dan kontrol yang digunakan oleh pasukan IRGC.

Sistem komunikasi baru itu dapat dipasang pada berbagai peralatan militer di darat, di laut dan di udara, khususnya dalam operasi ofensif.

Sistem yang diproduksi secara lokal itu dapat memenuhi persyaratan komunikasi komandan dalam operasi strategis, taktis atau pertempuran, dalam serangan atau pertahanan, dan dalam berbagai kemungkinan.

Menggunakan berbagai teknologi untuk komunikasi digital dalam berbagai keadaan, Sepeher-110 dapat bekerja pada bandwidth yang berbeda untuk mengirimkan suara, gambar, dan data.

Sistem Iran baru itu juga kebal terhadap peretasan, penyadapan, gangguan radio, dan gangguan elektromagnetik.

Para ahli dan teknisi militer Iran dalam beberapa tahun terakhir telah membuat kemajuan besar dalam pembuatan berbagai peralatan asli, membuat angkatan bersenjata mandiri di bidang pertahanan. [IT]



Iran menyatakan bahwa militernya mungkin tidak menimbulkan ancaman bagi negara-negara kawasan, menekankan bahwa doktrin pertahanan Republik Islam sepenuhnya didasarkan pada pencegahan.
Artikel Terkait
Comment