0
Wednesday 10 July 2019 - 21:02
AS dan Gejolak Timur-Tengah:

Washington Akan Membuat Koalisi di Teluk Persia untuk Menangkal 'Ancaman' Iran

Story Code : 804282
USS The Sullivans is the only major warship cruising the Persian Gulf..jpg
USS The Sullivans is the only major warship cruising the Persian Gulf..jpg
Jenderal Kelautan Joseph Dunford, ketua Kepala Staf Gabungan, mengatakan pada hari Selasa (9/7) bahwa AS sedang melanjutkan rencana untuk mengumpulkan koalisi yang bertujuan untuk memastikan kebebasan navigasi di perairan Iran dan Yaman.

“Kami sekarang terlibat dengan sejumlah negara untuk melihat apakah kami dapat mengumpulkan koalisi yang akan memastikan kebebasan navigasi baik di Selat Hormuz dan Bab al-Mandab,” kata Dunford.

"Jadi saya pikir mungkin selama beberapa minggu ke depan kita akan mengidentifikasi negara mana yang memiliki kemauan politik untuk mendukung inisiatif itu dan kemudian kita akan bekerja secara langsung dengan militer untuk mengidentifikasi kemampuan khusus yang akan mendukung itu," tambahnya. .

Beberapa kapal tanker minyak menjadi sasaran di dekat Teluk Persia bulan lalu, dengan Washington dan sekutunya Arab Saudi dengan cepat menyalahkan Iran atas serangan yang mencurigakan.

Tehran telah menolak tuduhan keterlibatannya sebagai tidak berdasar, dengan mengatakan insiden di Laut Oman tampaknya merupakan bendera palsu yang dimaksudkan untuk menjebak Republik Islam.

Ketegangan telah meningkat tinggi antara kedua negara sejak keputusan Washington pada Mei tahun lalu untuk membatalkan kesepakatan nuklir Iran 2015 dan memberlakukan kembali sanksi terhadap Tehran sebagai bagian dari kampanye "tekanan maksimum" yang bertujuan untuk memaksanya menegosiasikan kembali kesepakatan baru yang membahas program rudal balistiknya dan pengaruh regional juga.

Ketegangan antara Washington dan Tehran mencapai titik tertinggi baru setelah Iran menembak jatuh pesawat pengintai AS pada 20 Juni menyusul pelanggaran terhadap wilayah udara Iran. Namun, Washington bersikeras bahwa pesawat itu terbang di atas perairan internasional.

Amerika Serikat telah terlibat dalam penumpukan militer regional yang signifikan, termasuk dengan mengirim kapal induk, gugus tugas pembom, kapal serbu, dan sekitar 1.500 pasukan tambahan ke Timur Tengah.[IT/r]

Teheran berulang kali mengatakan bahwa pihaknya tidak mencari konfrontasi militer dengan Amerika Serikat, namun siap membela kepentingannya di kawasan itu.
 
Artikel Terkait
Comment