0
Saturday 13 July 2019 - 15:46

IRGC Iran Kembali Gempur Posisi Teroris di Sepanjang Perbatasan Kurdistan Irak

Story Code : 804826
IRGC Iran Kembali Gempur Posisi Teroris di Sepanjang Perbatasan Kurdistan Irak

Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah melakukan serangkaian serangan terhadap beberapa posisi teroris di sepanjang perbatasan Iran dengan wilayah semi-otonomi Kurdistan utara Irak, dan berhasil menimbulkan kerugian besar pada kelompok teroris tersebut.

IRGC, dalam sebuah pernyataan pada Jumat sore, mengumumkan bahwa mereka telah menggempur kubu dan posisi "kelompok teroris kontra-revolusioner yang disponsori oleh kesombongan global" di wilayah Kurdi sejak Rabu (10/7/19).

Penggerebekan itu terjadi setelah pemerintah Daerah Kurdistan (KRG) tidak memperdulikan peringatan IRGC, kelompok-kelompok teroris menggunakan daerah perbatasan untuk melatih, mengatur dan mengirim tim teror ke Iran.

Pernyataan itu menambahkan bahwa penggerebekan juga terjadi setelah serangan teroris baru-baru ini terhadap anggota IRGC serta para teroris untuk merusak keamanan di beberapa daerah di wilayah barat dan barat laut Iran.

Lebih lanjut disebutkan bahwa beberapa unit rudal, drone dan artileri IRGC berhasil menargetkan dan menghancurkan pangkalan dan pusat pelatihan kelompok teroris dalam operasi tersebut. Sejumlah besar teroris juga terbunuh dan terluka dalam serangan itu.

IRGC juga menyatakan bahwa teroris telah mencoba menggunakan penduduk desa sebagai perisai, mendesak rakyat Kurdistan Irak untuk menjauh dari posisi kelompok-kelompok teroris dan menolak mereka.

Pada Selasa malam, tiga prajurit IRGC gugur dan satu mengalami luka-luka yang berkelanjutan ketika mereka diserang oleh teroris di provinsi barat laut Iran Azarbaijan Barat.

IRGC mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa sebuah kendaraan yang membawa pasukan dari pangkalan Hamzeh Seyyed al-Shuhada diserang di pintu masuk kota perbatasan Piranshahr.

Pernyataan itu mengidentifikasi tiga anggota IRGC yang bernama Hasel Ahmadi, Sattar Pirouti dan Omid Mollazadeh.

Insiden itu terjadi seminggu setelah prajurit IRGC dari pangkalan Hamzeh Seyyed al-Shuhada membubarkan tim teroris di provinsi Azarbaijan Barat.(IT/TGM)

 
Artikel Terkait
Comment