0
1
Komentar
Monday 22 July 2019 - 13:55

Sejarah PT Pos Indonesia yang Dikabarkan Mau Bangkrut

Story Code : 806304
Logo PT Pos
Logo PT Pos
PT Pos Indonesia pada masa jayanya menjadi satu-satunya pihak yang mengurusi segala urusan kirim mengirim surat maupun barang. Bahkan, PT Pos juga pernah menjadi sarana mengirimkan uang sebelum tren transfer uang di bank menjamur.

Dikulik dari sejarahnya, kehadiran Pos Indonesia diawali dari Kantor Pos yang didirikan di Jakarta lama alias Batavia oleh Gubernur Jenderal G.W Baron van Imhoff pada tanggal 26 Agustus 1746.

Mengutip dari situs resmi Pos Indonesia, Senin (22/7/2019) tujuan pemerintah Belanda adalah untuk lebih menjamin keamanan surat-surat penduduk, terutama bagi mereka yang berdagang dari luar Jawa dan bagi mereka yang datang dari dan pergi ke Negeri Belanda.

Setelah Kantor Pos Batavia didirikan, empat tahun kemudian didirikan juga Kanto Pos di Semarang untuk mengadakan perhubungan pos yang teratur antara kedua tempat itu dan untuk mempercepat pengirimannya. Rute perjalanan pos kala itu ialah melalui Karawang, Cirebon dan Pekalongan.

Seiring berjalannya waktu Pos Indonesia pun telah beberapa kali mengalami perubahan status mulai dari Jawatan PTT (Post, Telegraph dan Telephone) pada 1875. Jawatan PTT dipimpin oleh seorang Kepala Jawatan, operasinya tidak bersifat komersial dan fungsinya lebih diarahkan untuk mengadakan pelayanan publik.

Mengamati perkembangan zaman dimana sektor pos dan telekomunikasi berkembang sangat pesat, maka pada tahun 1965 status perusahaan pos ini berganti menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos dan Giro).

Lalu, pada tahun 1978 berubah menjadi Perusahaan Umum Pos dan Giro yang sejak ini ditegaskan sebagai badan usaha tunggal dalam menyelenggarakan dinas pos dan giropos baik untuk hubungan dalam maupun luar negeri.

Selama 17 tahun berstatus Perum, pada Juni 1995 perusahaan ini ditegaskan menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Pos Indonesia (Persero).

Kini seiring perkembangan teknologi, muncul beragam saingan bagi PT Pos, mulai dari tren pengiriman uang lewat transfer bank yang bahkan sudah bisa digunakan dari ponsel genggam, hingga kemunculan segala macam penyedia jasa kirim barang yang juga makin mudah digunakan.

Belum lagi, layanan antar yang dekat-dekat saja bisa menggunakan ojek online sekarang. Sekali klik, tunggu beberapa menit barang akan dijemput dan diantar langsung hari itu juga tanpa menunggu berhari-hari. [IT/Detik]

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4634359/sejarah-pt-pos-indonesia-yang-dikabarkan-mau-bangkrut

 
Artikel Terkait
Comment


Bahlul
Indonesia
Harus mengikuti zaman, harga pengiriman barang harusnya lebih murah dibanding yg lain,
Sekarang zaman data, jangan berharap dengan surat melulu, paket merupakan data kalo di telekomunikasi, voice surat, jangan buat khiusus kilat 1 harus sampai klo nggak sanggup.
Orang belanja online lihat harga jauh lebih mahal.. pasti ambil yg murah