0
Monday 22 July 2019 - 14:19

Gencar Beritakan Kebohongan Otoritas AS dan Inggris, Twitter Blokir Akun Media Iran

Story Code : 806321
Twitter
Twitter
Namun, beberapa media yang terkena dampak pemblokiran menyebutkan bahwa pemblokiran tersebut terkait erat dengan liputan mereka soal penyitaan kapal tanker Inggris oleh Iran pada Jumat di Selat Hormuz, dan sama sekali tidak terkait dengan pelecehan pengikut sekte Bahaai.

Beberapa akun media yang ditanggguhkan diantaranya adalah, Mehrnews, Young Journalists Club (YJC) dan IRNA.

Menurut kantor berita Mehr, akun berbahasa Farsi-nya diblokir pada Jumat malam setelah laporannya mengenai penyitaan kapal tanker Stena Impero di Selat Hormuz yang strategis.

Halaman Twitter berbahasa Farsi Mehr tidak dapat diakses pada Sabtu, 19/07/19, menyusul kemudian kantor berita IRNA dan Young Journalists Club (YJC).

"Sejak tadi malam (Sabtu) dan setelah pemberitaan mengenai penagkapan sebuah kapal tanker Inggris di Selat Hormuz, akun Young Journalists Club (YJC) dan beberapa pengguna lainnya telah ditangguhkan," kata YJC di situs resminya.

Mehr mencatat, akun Diplomasi Mehr, yang menerbitkan analisis dan wawancara tentang kebijakan luar negeri, juga diblokir secara sepihak oleh Twitter.

Outlet media Iran baru-baru ini gencar dan memainkan peran sentral dalam membuktikan kesalahan otoritas AS dan Inggris.

Ketika Presiden AS Donald Trump pada Kamis mengklaim bahwa kapal perang AS telah menembak jatuh sebuah pesawat tanpa awak Iran di atas Selat Hormuz, IRGC merilis rekaman kendaraan udara tak berawak yang merekam aktivitas kapal Amerika dengan aman kembali ke pangkalannya.

Sementara pada Sabtu, IRGC memposting sebuah video online yang menunjukkan speedboat berhenti di samping Stena Impero dan pasukan IRGC yang mengenakan topeng ski dan membawa senapan mesin turun ke geladaknya dari sebuah helikopter.

Komunikasi radio mengungkap percakapan komunikasi antara kapal perang Inggris dan IRGC Iran pada hari Minggu menunjukkan bahwa angkatan laut Inggris berusaha mencegah perebutan kapal tankernya di Selat Hormuz ketika pasukan IRGC mendekat. [IT/ONH]


 
Artikel Terkait
Comment