0
Wednesday 14 August 2019 - 09:05
Irak - Zionis Israel:

Pakar: Israel Berencana untuk Mengebom Depot Amunisi Hashd Sha'abi di Irak

Story Code : 810356
Fighters of the Iraqi pro-government Popular Mobilization Units,Hashd al-Sha
Fighters of the Iraqi pro-government Popular Mobilization Units,Hashd al-Sha'abi.jpg
"Informasi yang tersedia menunjukkan bahwa Zionis Israel bersiap-siap untuk mengebom depo senjata Hashd al-Sha'abi, dan bukan pusat komando atau benteng para pejuang. Ini sangat mungkin terjadi,” Fadhil Abu Ragheef mengatakan kepada jaringan berita televisi Arab RT Rusia, Selasa (13/8).

Dia menambahkan bahwa ledakan kuat, yang mengguncang pangkalan militer di Baghdad selatan pada Senin (12/8) malam, bisa menjadi bagian dari skenario Zionis Israel.

Sayf al-Badr, juru bicara Kementerian Kesehatan Irak, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa setidaknya satu orang tewas dan 29 lainnya terluka dalam ledakan itu.

Sebuah sumber tanpa nama dari Kementerian Dalam Negeri Irak mengatakan gudang amunisi meledak di dalam pangkalan militer polisi federal, bernama Falcon, di daerah Owerij dekat distrik selatan Doura.

Sumber itu menambahkan bahwa ledakan itu diikuti oleh serangkaian ledakan di gudang yang mengirim sejumlah besar pecahan peluru ke rumah-rumah di dekatnya.

Pada bulan Januari, Menlu AS Mike Pompeo mengisyaratkan selama kunjungan ke Irak bahwa rezim Zionis Israel dapat melancarkan serangan terhadap pasukan Hashd al-Sha'abi, yang memainkan peran penting dalam pertempuran kontra-terorisme tentara Irak melawan kelompok teror Daesh dan membantu pemerintah untuk membersihkan negara dari pasukan Takfiri pada akhir 2017.

Pompeo dilaporkan telah menjelaskan kepada para pejabat Irak pada pertemuan dengan Perdana Menteri Irak Adel Abdul-Mahdi bahwa Washington tidak akan bereaksi terhadap kemungkinan serangan Zionis Israel terhadap para pejuang Hashd al-Sha'abi.

Abdul-Mahdi menyatakan keprihatinan tentang pernyataan itu dan memperingatkan Pompeo bahwa tindakan seperti itu oleh Zionis Israel akan memiliki konsekuensi yang besar, layanan RT Arab melaporkan pada saat itu.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment