0
Tuesday 20 August 2019 - 17:28
Bahrain, AS dan Gejolak Teluk Parsia:

Bahrain Bergabung dengan Koalisi Militer AS di Teluk Persia

Story Code : 811635
US sailors aboard an amphibious transport dock ship.jpg
US sailors aboard an amphibious transport dock ship.jpg
Dalam sebuah pengumuman pada hari Senin (19/8), pihak berwenang Bahrain mengkonfirmasi bahwa mereka bergabung dengan Amerika Serikat.

Menurut Kantor Berita resmi Bahrain, Raja Hamad bin Isa Al Khalifa "mengonfirmasi partisipasi Kerajaan Bahrain dalam upaya bersama untuk menjaga keselamatan navigasi laut internasional dan mengamankan koridor internasional untuk perdagangan dan energi di wilayah tersebut."

Pengumuman dari Manama itu datang ketika AS terisolasi di antara sekutu tradisionalnya, seperti Inggris, di tengah upaya untuk meyakinkan mereka untuk bergabung dengan Operasi Sentinel, yang konon bertujuan melindungi kapal-kapal komersial yang bepergian melalui Teluk Persia.

Seperti yang dikatakan komandan Komando Pusat AS, Jenderal Frank, dalam sebuah pernyataan kemudian, “Aliran bebas perdagangan di seluruh perairan internasional adalah kunci utama ekonomi global, dan kami menghargai kepemimpinan dan dukungan Kerajaan Bahrain dalam mencegah agresi dari pembatasan kebebasan itu.."

"Ancaman terhadap arus perdagangan bebas adalah masalah internasional yang membutuhkan solusi internasional, dan kami senang bahwa Kerajaan Bahrain akan menjadi bagian dari solusi itu," lanjut komandan top AS di kawasan itu.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment