0
Wednesday 28 August 2019 - 13:59
Irak dan Gejolak Regional:

Abdul-Mahdi: Angkatan Bersenjata Irak Siap untuk Menanggapi dengan Tegas Setiap Agresi

Story Code : 813093
Iraqi Prime Minister Adel Abdul-Mahdi attends a cabinet session in the capital Baghdad..jpg
Iraqi Prime Minister Adel Abdul-Mahdi attends a cabinet session in the capital Baghdad..jpg
“Perdana menteri menunjuk pada kesiapan tinggi angkatan bersenjata kita untuk membela Irak, warganya dan lembaga-lembaga negara di samping misi diplomatik yang beroperasi di Irak. Dia juga menekankan kesiapan pasukan Irak untuk merespons dengan tegas dan dengan segala cara tersedia untuk segala agresi yang diluncurkan dari luar atau di dalam Irak," kantor media Abdul-Mahdi mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan setelah sidang kabinet di ibukota Baghdad, Selasa (27/8).

Pernyataan itu menambahkan, "Abdul-Mahdi juga menyentuh kontak diplomatik yang sedang berlangsung dengan semua negara tetangga selain negara-negara Arab dan regional serta masyarakat internasional untuk menjelaskan posisi Irak dan memobilisasi dukungan regional dan internasional untuk solidaritas dengan itu dan posisi adil dan kebijakannya dalam mendukung perdamaian dan stabilitas.”

Kabinet menegaskan dukungan mereka untuk "visi yang jelas Abdul-Mahdi dalam mengelola krisis dan meyakinkan kembali kemampuan rakyat kita dan angkatan bersenjata kita dan untuk pengembangan signifikan dalam status Irak di lingkungan Arab, regional dan internasional, dan untuk melanjutkan Kebijakan Irak yang jelas untuk menolak eskalasi dan sumbu kebijakan serta penggunaan wilayahnya untuk menyerang orang lain. "

"Irak terus memainkan perannya yang berpengaruh dan konstruktif dalam menjinakkan krisis yang mengancam keamanan wilayah (Timur Tengah) dan dunia dan merusak upaya untuk memerangi kelompok teroris Daesh ...," katanya.

"Pemerintah Irak menegaskan kembali komitmen penuhnya terhadap tanggung jawab konstitusional dan nasionalnya untuk mempertahankan keamanan dan keselamatan Irak, rakyatnya, dan kedaulatan nasional ... Setiap serangan terhadap wilayah negara, kedaulatan atau angkatan bersenjata merupakan serangan terhadap semua rakyat (Irak)," ungkap pernyataan itu.

Lebih lanjut Abdul-Mahdi mencatat bahwa “situasi sensitif yang sedang dilalui Irak membutuhkan tindakan dengan kebijaksanaan, keberanian dan kepedulian yang besar terhadap masa kini dan masa depan Irak dan rakyatnya, dan membutuhkan persatuan jajaran nasional dalam semua aktivitas politik dan medianya."[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment