0
Wednesday 11 September 2019 - 17:32
Iran vs Hegemoni Global:

Utusan Iran di PBB: Pengunduran Diri Bolton Tidak Akan Membuat Tehran Terlibat dalam Perundingan dengan AS

Story Code : 815615
Majid Takht-e Ravanchi. Iran’s Ambassador to the United Nations.jpg
Majid Takht-e Ravanchi. Iran’s Ambassador to the United Nations.jpg
Duta Besar untuk PBB Majid Takht-e Ravanchi mengatakan Iran telah berulang kali menyatakan bahwa "tidak ada ruang untuk pembicaraan selama adanya terorisme ekonomi pemerintah AS dan sanksi kejam terhadap rakyat Iran."

“Topik tersebut dapat didiskusikan hanya ketika mereka (Amerika) mencabut sanksi,” dan bahwa pembicaraan semacam itu akan dimungkinkan dalam kerangka kerja kelompok negara-negara P5 + 1 - yang terdiri dari AS, Inggris, Prancis, Cina, dan Rusia plus Jerman - yang berhasil bernegosiasi dan meraih kesepakatan nuklir dengan Iran pada 2015.

AS di bawah Presiden Donald Trump meninggalkan perjanjian bersejarah itu pada Mei 2018 dan melepaskan kampanye "tekanan maksimum" - terutama berfokus pada ekonomi Iran - ditambah dengan ancaman militer.

Setelah gagal dalam kebijakan menekan Iran, Trump telah menawarkan dialog dengan para pejabat senior Iran dalam beberapa bulan terakhir, sambil menjaga tekanan.

Tehran mengatakan tidak akan bernegosiasi di bawah tekanan dan AS harus mencabut sanksi dan mulai menghormati hak-hak bangsa Iran sebelum melakukan dialog apa pun.

Ditanya tentang keputusan Trump untuk memecat penasehat Gedung Putih yang paling bersemangat, Penasihat Keamanan Nasional John Bolton, Takht-e Ravanchi mengatakan perubahan dalam pemerintah adalah "masalah dalam negeri" itu.

"Kami tidak mengambil sikap terhadap masalah internal negara-negara lain," tambahnya.

Takht-e Ravanchi menunjuk ke konferensi pers di Gedung Putih tak lama setelah pemecatan Bolton, mengatakan Menteri Keuangan Steven Mnuchin baru saja menegaskan bahwa AS berencana mempertahankan kampanye tekanan maksimum terhadap Iran.

“Karena itu sikap kami jelas. Orang Amerika sangat sadar bahwa kami tidak akan menerima 'tekanan maksimum' sama sekali, ” utusan PBB Tehran menekankan.

Secara terpisah, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi mengutip Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif yang mengatakan bahwa Tehran "tidak akan mengeluarkan pernyataan apapun tentang urusan dalam negeri AS."

Pada hari Selasa (10/9), Trump tiba-tiba memecat Bolton di tengah ketidaksepakatan kebijakan dengan ajudannya, yang diyakini sebagai kekuatan pendorong di belakang kebijakan Iran yang sangat bertentangan dengan presiden AS.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment