0
Sunday 15 September 2019 - 10:57
Afghanistan - Rusia:

Delegasi Taliban Melakukan Perjalanan ke Rusia setelah Pembicaraan dengan AS Gagal

Story Code : 816256
Taliban negotiators walking during the second day of Afghan talks in Doha, Qatar.jpg
Taliban negotiators walking during the second day of Afghan talks in Doha, Qatar.jpg
Juru bicara Taliban yang bermarkas di Qatar Suhail Shahin mengatakan kepada kantor berita Rusia TASS pada hari Jumat (13/9) bahwa delegasi kelompok tersebut telah bertemu dengan Zamir Kabulov, utusan Presiden Vladimir Putin untuk Afghanistan, di Moskow untuk membahas perkembangan terkini mengenai proses perdamaian di Afghanistan.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa selama pertemuan itu, pihak Rusia telah menggarisbawahi "perlunya dimulainya kembali" pembicaraan AS-Taliban dan bahwa pakaian militan, pada gilirannya, mengulangi "kesiapannya untuk melanjutkan dialog dengan Washington." "

Sementara itu, seorang pemimpin senior Taliban di Qatar mengatakan, "Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk memberi tahu para pemimpin negara-negara ini tentang pembicaraan damai dan keputusan Presiden [AS] Trump untuk membatalkan proses perdamaian pada saat kedua belah pihak telah menyelesaikan semua masalah luar biasa dan akan menandatangani perjanjian damai. "

Moskow telah menyelenggarakan dua putaran pembicaraan antara para perunding Taliban dan tokoh-tokoh penting Afghanistan.

Perjalanan baru-baru ini ke Moskow adalah kunjungan internasional pertama oleh Taliban sejak Senin, ketika Trump menyatakan pembicaraan dengan kelompok itu "mati" setelah dia membatalkan pertemuan Camp David dengan perunding militan serta Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, mengutip sebuah mobil Taliban yang mematikan pemboman di Kabul.

"Mereka berpikir untuk membunuh orang untuk menempatkan diri mereka dalam posisi negosiasi yang sedikit lebih baik ketika mereka membunuh 12 orang ... Dan kamu tidak bisa melakukan itu tidak bisa melakukan itu denganku. Jadi mereka mati sejauh yang saya khawatirkan," katanya.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment