0
Tuesday 17 September 2019 - 10:02
Invasi Saudi Arabia di Yaman:

Militer Yaman Memperingatkan Orang Asing untuk Meninggalkan Kilang Minyak Saudi

Story Code : 816582
Saudi Arabia
Saudi Arabia' energy giant Aramco burn.jpg
Peringatan itu datang setelah Houthi dan sekutu mereka di tentara Yaman mengerahkan sebanyak 10 pesawat nir awak untuk mengebom fasilitas minyak Abqaiq dan Khura yang dijalankan oleh perusahaan minyak milik negara Saudi sebelum fajar Sabtu (14/9).

Juru bicara angkatan bersenjata Yaman, Jenderal Yahya Sari, mengatakan dalam sebuah tweet Senin (15/9) bahwa serangan di wilayah timur kerajaan itu telah dilakukan oleh drone dengan mesin normal dan jet.

Dia mengatakan Arab Saudi harus menghentikan "agresi dan blokade terhadap Yaman," atau melihat tentara Yaman menghantam kerajaan "di mana saja dan kapan saja" yang dipilihnya.

Pejabat Yaman lainnya menolak klaim bahwa negara itu tidak mampu melakukan serangan sendiri yang menargetkan dua pabrik di jantung industri minyak Arab Saudi.

Mohammed al-Bukhaiti, anggota Dewan Politik Tertinggi Yaman, berjanji bahwa pasukan Yaman akan terus menggempur industri minyak Saudi hingga kerajaan mengakhiri perang mematikannya.

Serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya menghancurkan lebih dari setengah produksi minyak mentah Saudi, atau 5% dari pasokan global, mendorong para pejabat Saudi dan AS untuk mengklaim tanpa bukti bahwa itu mungkin berasal dari Irak atau Iran.

Bukhaiti mengatakan kepada kantor berita Tasnim Iran bahwa menyalahkan serangan terhadap negara-negara lain menunjukkan "pengecut" dalam menghadapi kenyataan kekuatan militer Yaman.

"Arab Saudi menyatakan perang terhadap Yaman dengan alasan bahwa inventaris rudal kami mengancam keamanannya," katanya. "Hari ini, kami terkejut melihat bahwa ketika (serangan) kami mengenai sumur minyak Saudi, mereka membebaskan Yaman dari melakukan serangan ini dan menuduh orang lain melakukannya."

"Ini dipandang sebagai dekrit hukuman pidana sendiri. Ini juga menunjukkan kepengecutan mereka," tambah Bukhaiti.

Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo dengan cepat menyalahkan Iran atas serangan kurang ajar itu, mengklaim tidak ada bukti bahwa drone berasal dari Yaman.

Bukhaiti mengolok-olok proposisi tersebut, mengatakan Washington menggunakan retorika sedemikian rupa untuk menyembunyikan fakta bahwa radar mereka tidak mampu melacak drone Yaman.

"Radar Amerika dan Arab Saudi tidak dapat mencegat pesawat Yaman. Jika mereka bisa mencegatnya, mereka akan menembak jatuh mereka," katanya.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment