0
Tuesday 24 September 2019 - 23:14

Kebakaran Amazon, Brasil Tangkap 63 Orang dan Jatuhkan Denda Rp 120 M

Story Code : 818156
Foto kebakaran hutan Amazon di area dekat Porto Velho, Brasil pada 17 September lalu (REUTERS/Bruno Kelly)
Foto kebakaran hutan Amazon di area dekat Porto Velho, Brasil pada 17 September lalu (REUTERS/Bruno Kelly)
Seperti dilansir AFP, Selasa (24/9/2019), pengumuman ini disampaikan saat Presiden Jair Bolsonaro tiba di New York, Amerika Serikat (AS) untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB. Bolsonaro telah menyatakan akan 'menegakkan kedaulatan' Brasil setelah kebakaran Amazon memicu kecaman internasional.

Di tengah maraknya kritikan, Bolsonaro pada Agustus lalu mengizinkan pengerahan militer untuk mengatasi kebakaran hutan Amazon dalam operasi yang diperpanjang hingga 24 Oktober mendatang.

Menteri Pertahanan Brasil, Fernando Azevedo e Silva, menuturkan dalam konferensi pers bahwa militer telah melakukan 571 operasi darat dan 250 operasi udara untuk mengatasi kebakaran di area hutan hujan, yang merupakan penyerap karbon dioksida terbesar tersebut.

Tidak disebutkan lebih lanjut oleh Azevedo e Silva tentang siapa saja yang ditangkap dan pada siapa hukuman denda itu diberlakukan.

Berdasarkan penelitian dari Institut Penelitian Luar Angkasa Nasional (INPE), Brasil pada Agustus lalu mencatat adanya 39.901 titik api di area hutan Amazon. Jumlah itu, sebut Azevedo e Silva, mencapai nyaris tiga kali lipat dibandingkan bulan yang sama tahun 2018 lalu, yang mencapai 10.421 titik api.

Ditekankan Azevedo e Silva bahwa jumlah kebakaran yang tercatat hingga bulan ini mencapai 17.095 titik api. Angka itu ada di bawah angka rata-rata historis pada September, yakni sebanyak 33.426 titik api. Kekhawatiran masih ada untuk api yang berkobar di area-area tertentu, khususnya di area pusat hutan.

"Apa yang muncul, terutama dari kalangan luar, adalah bahwa Amazon terbakar. Kami menunjukkan kenyataan, dan saya pikir ini jauh dari sebuah Amazon yang terbakar," tegas Azevedo e Silva dalam pernyataannya.

Diketahui bahwa saat jumlah titik api bertambah di Amazon, Presiden Bolsonaro yang lebih memprioritaskan bisnis dibanding pelestarian lingkungan dan pribumi ini, menghadapi kritikan keras baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Presiden Brasil itu pun melontarkan reaksi keras, dengan menuduh Prancis dan Jerman 'membeli' kedaulatan Brasil setelah negara-negara kaya anggota G7 menawarkan bantuan US$ 20 juta untuk memadamkan kebakaran Amazon. [IT/Onh/Detik]



 
Artikel Terkait
Comment