0
Wednesday 9 October 2019 - 11:22
Turki - Iran:

Turki Meyakinkan Iran Operasinya di Suriah Utara 'Sementara'

Story Code : 820943
Turkish military vehicle  joint patrol with US troops in village of al-Hashisha, Tal Abyad Syria.jpg
Turkish military vehicle joint patrol with US troops in village of al-Hashisha, Tal Abyad Syria.jpg
Mevlut Cavusoglu dari Turki memberi jaminan dalam percakapan telepon Senin dengan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, ketika pasukan Turki memulai operasi mereka melawan Kurdi Suriah di utara negara Arab itu.

Sumber-sumber lokal melaporkan militer Turki baru saja mulai menembaki posisi Unit Perlindungan Rakyat (YPG), sebuah kelompok Kurdi Suriah yang Turki klaim terkait dengan teroris PKK, di kota al-Malikiyah Suriah utara di utara Hasakah.

Dalam panggilan telepon dengan Zarif, Cavusoglu menekankan perlunya menghormati integritas wilayah Suriah, mengatakan operasi Turki di wilayah itu akan bersifat sementara.

Diplomat top Iran, bagaimanapun, menyatakan oposisi Tehran terhadap tindakan militer apa pun, dan mendesak Turki untuk menghormati integritas wilayah dan kedaulatan nasional negara Arab.

Zarif pada saat yang sama menekankan perlunya memerangi terorisme di Suriah untuk pembentukan stabilitas dan keamanan tertinggi di negara itu. Namun, dia mengatakan Perjanjian Adana adalah pendekatan terbaik untuk Suriah dan Turki untuk mengatasi masalah mereka.

Perjanjian Antar Negara Adana untuk Memerangi Terorisme telah ditandatangani antara Turki dan Suriah pada 20 Oktober 1998. Ia dengan jelas menyatakan bahwa pemerintah Damaskus tidak akan mengizinkan kegiatan apa pun dari kelompok militan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di tanah Suriah, dan akan memblokir apa pun. kegiatan teror yang bisa mengancam kedaulatan Turki.

Operasi Turki dimulai setelah AS melakukan perubahan besar dalam kebijakannya memberi lampu hijau kepada Turki untuk meluncurkan operasi militer terhadap sekutu lama Kurdi Washington di Suriah utara.[IT/r]
 
 
Artikel Terkait
Comment