0
Sunday 13 October 2019 - 23:23

Ayatullah Khamenei: Iran Tidak akan Pernah Mundur pada Tekanan AS

Story Code : 821853
Ayatullah Khamenei
Ayatullah Khamenei
Dalam pidatonya pada upacara kelulusan para kadet IRGC di Tehran pada Ahad, 13/10/10, Ayatullah Khamenei mengecam AS dan Zionis yang "menghisap darah" negara-negara, kegiatan perang, menyebabkan bencana, dan memperlakukan negara-negara lain dengan kekejaman dan penindasan.

Pemimpin menegaskan, Iran, menurut ajaran agama, berkewajiban untuk melawan musuh, dan tidak akan pernah menyerah pada AS dan berbagai tekanan musuh.

Ayatollah Khamenei juga menyoroti meningkatnya martabat Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) di dalam dan di luar Iran, dan mengatakan bahwa kebijakan AS yang bermusuhan dan antagonis menghasilkan promosi martabat IRGC.

Mengacu pada sebuah ayat dari al-Quran tentang pentingnya kesiapsiagaan konstan dalam menghadapi musuh, Pemimpin mengatakan, Tuhan Yang Mahakuasa telah berjanji untuk menciptakan "ketakutan pencegah" di hati para musuh pada kaum Muslim.

Menyoroti pentingnya meningkatkan kesiapan, Ayatullah Khamenei menyerukan kepada pasukan IRGC untuk menciptakan organisasi yang kuat, tegas, inklusif dan terus-menerus meningkatkan kekuatan ilmiah, kepakaran, taktis, strategis dan operasional mereka dengan upaya tak kenal lelah.

Pemimpin lebih lanjut menekankan pentingnya menggunakan semua jenis peralatan pertahanan, operasional dan intelijen untuk melawan musuh, "Namun, peralatan tersebut harus ditemukan dan diproduksi secara lokal, dan sangat fleksibel yang akan memenuhi semua permintaan di lapangan, di langit, ruang angkasa, laut, perbatasan dan di dalam negeri, dan tentu saja, bahkan ruang virtual adalah salah satu alat yang diperlukan saat ini."

Di tempat lain dalam pidatonya, Ayatullah Khamenei memuji kumpulan besar orang dalam upacara berkabung Arbain sebagai contoh kekuatan sejati, dan mengatakan prosesi berkumpulnya jutaan peziarah Muslim melakukan perjalanan ke kota Irak Karbala adalah gerakan menuju "puncak kejayaan", pengabdian dan kesyahidan." [IT/Onh]


 
Artikel Terkait
Comment