0
Wednesday 23 October 2019 - 00:16

Iran Siap Ambil Langkah Keempat Kurangi Komitmen JCPOA

Story Code : 823506
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi
"Kami berharap, kami akan menyaksikan tindakan khusus dari negara-negara yang tersisa untuk JCPOA, jika tidak, Iran siap mengambil langkah keempat," kata Mousavi dalam jumpa pers reguler di Tehran.

Menurut Mousavi, mekanisme untuk langkah selanjutnya (langkah keempat) telah dirancang.

Trump menarik AS dari kesepakatan nuklir pada Mei 2018 dan menjatuhkan sanksi terberat terhadap Iran.

Pada 8 Mei, tepat satu tahun setelah AS membatalkan kesepakatan, Tehran mulai mengurangi sebagian komitmennya terhadap perjanjian dengan interval dua bulanan.

Pada tahap pertama, Iran mengumumkan tidak akan membatasi persediaan bahan bakar nuklirnya hingga 300 kilogram yang diizinkan berdasarkan kesepakatan. Namun, pada tanggal itu (8 Mei) Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) mengatakan jika pihak-pihak yang tersisa di JCPOA, terutama Eropa, merancang mekanisme untuk melindungi Iran dari efek sanksi dalam tenggat waktu dua bulan, hal itu akan membalikkan keputusan.

Tetapi karena pihak-pihak Eropa melewatkan tenggat waktu, pada 7 Juli Iran mengumumkan bahwa Iran telah mulai memperkaya uranium dengan kemurnian yang lebih tinggi daripada 3,67%, dengan demikian Iran sudah memulai langkah kedua.

Sekali lagi, ketika Eropa melewatkan tenggat waktu 60 hari kedua, Iran bergerak untuk mengambil langkah ketiga, menghapus larangan penelitian dan pengembangan nuklir (R&D).

Dalam sepucuk surat pada 5 September, Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif memberi tahu ketua kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini tentang langkah ketiga Iran.

Langkah keempat Iran akan jatuh pada awal November. Dilaporkan, pada langkah berikutnya, Iran bermaksud membatasi inspeksi nuklir oleh Badan Energi Atom Internasional PBB.

Mousavi juga mengatakan tindakan Iran dalam mengurangi komitmennya adalah dalam kerangka JCPOA dan Eropa tidak memiliki hak untuk memprotes tentang hal itu. [IT/Onh]



 
Artikel Terkait
Comment