0
Tuesday 12 November 2019 - 15:25
Palestina vs Zionis Israel:

Israel Membunuh Komandan Jihad Islam di Gaza

Story Code : 826939
House of senior Islamic Jihad commander Baha Abu al-Ata after an Israeli attack in Gaza city.jpg
House of senior Islamic Jihad commander Baha Abu al-Ata after an Israeli attack in Gaza city.jpg
Dalam sebuah pernyataan, sayap militer Jihad Islam, Brigade Al-Quds, mengkonfirmasi kematian komandannya, Baha Abu al-Ata, 42, dalam serangan udara Zionis Israel di rumahnya di Gaza awal Selasa (12/11), menambahkan bahwa kelompok itu berada di "peringatan maksimum. "

Lebih lanjut dikatakan istri Ata juga terbunuh dalam serangan udara Zionis Israel itu.

Selain itu, kelompok perlawanan menekankan bahwa komandannya dengan gagah membela tanah Palestina terhadap konspirasi sebelum mati syahidnya.

Mereka juga bersumpah untuk melanjutkan jejak komandannya yang terbunuh untuk “menyelesaikan proses pembebasan seluruh Palestina yang tercinta. Respons kita pasti akan mengejutkan entitas Zionis."

Pembunuhan yang ditargetkan diperintahkan oleh Netanyahu

Tentara Zionis Israel telah mengkonfirmasi serangannya terhadap sebuah bangunan tempat Ata berada di daerah Shejaiya Gaza.

Operasi itu, tambahnya, telah direkomendasikan oleh Kepala Staf dan dinas keamanan domestik Shin Bet, dan disetujui oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Dia juga menyalahkan Ata atas serangan roket, drone dan sniper baru-baru ini terhadap Zionis Israel, serta upaya infiltrasi ke wilayah-wilayah pendudukan, mengklaim bahwa dia telah merencanakan serangan "segera".

"Abu al-Ata bertanggung jawab atas sebagian besar aktivitas Jihad Islam Palestina di Jalur Gaza dan merupakan bom yang berdetak," kata tentara Israel.

Brigade Quds, Hamas bersumpah akan memberikan tanggapan

Brigade al-Quds, sayap militer Jihad Islam, telah berikrar akan memberikan respons besar terhadap pembunuhan Ata dalam sebuah pernyataan.

"Kami mengumumkan mobilisasi umum para pejuang dan unit kami dan kami menegaskan bahwa respons terhadap kejahatan ini tidak akan memiliki batas dan akan sama dengan ukuran kejahatan yang dilakukan oleh musuh kriminal (Zionis Israel)," kata pernyataan itu.

Ata, tambah Brigade Quds, adalah "salah satu anggota paling menonjol dari dewan militernya dan komandan bagian utara Gaza.”

Secara terpisah, sesama gerakan perlawanan Hamas mengatakan “Israel memikul tanggung jawab penuh untuk semua konsekuensi dari eskalasi ini" dan berjanji bahwa kematian Ata "tidak akan dibiarkan begitu saja."

Gaza merespons dengan serangan roket

Tak lama setelah serangan Israel, Palestina meluncurkan salvo roket ke wilayah-wilayah pendudukan, memicu sirene di Tel Aviv, Sderot, Gedera dan Ashdod.

Pekerja "tidak penting" di Tel Aviv dan kota-kota pusat telah diperintahkan untuk tinggal di rumah. Sekolah dan universitas ditutup. Larangan pertemuan publik juga diberlakukan.

Militer Israel mengatakan para pejuang perlawanan Palestina yang bermarkas di Gaza telah menghantam wilayah-wilayah pendudukan dengan tembakan roket "substansial" Selasa (12/11).

"Ada kebakaran besar," kata jurubicara militer Jonathan Conricus kepada wartawan dalam tele konferens. "Kami sedang mempersiapkan beberapa hari pertempuran."

Sementara itu, rezim Zionis Israel menargetkan tokoh Jihad Islam lain di Suriah, tetapi gagal membunuhnya.

Media pemerintah Suriah melaporkan bahwa serangan Zionis Israel telah menghantam rumah Akram al-Ajouri di Damaskus, menewaskan putranya dan orang lain. Jihad Islam mengkonfirmasi kematian putra Ajouri.

Pembunuhan itu kemungkinan akan memicu ketegangan antara Tel Aviv dan Gaza, yang telah dikepung oleh Israel sejak 2007 dan menyaksikan tiga perang sejak 2008.

Gaza juga telah menyaksikan ketegangan mematikan sejak 30 Maret 2018 yang menandai dimulainya protes March of Return, dimana para peserta menuntut hak untuk kembali ke Palestina setelah diusir dari tanah air mereka.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment