0
Friday 22 November 2019 - 20:44

Pemimpin Revolusi: Iran Berhasil Gagalkan Rencana Musuh dalam Demo Kenaikan BBM

Story Code : 828480
Sayyid Ali Khamenei
Sayyid Ali Khamenei
"Baik teman dan musuh (kami) harus mengetahui bahwa kami mendorong musuh kembali ke medan perang militer, politik, dan keamanan," kata Ayatullah Khamenei dalam sebuah pertemuan di Tehran pada Selasa, 20/11/19, dihadapan pejabat bidang produksi dan ekonomi serta beberapa pengusaha.

Ayatullah memuji konfrontasi efektif Iran dengan plot musuh yang menabur kerusuhan di seluruh negeri dengan kedok protes terhadap kenaikan harga bahan bakar.

"Tindakan yang diambil selama beberapa hari bersifat keamanan, mereka tidak populer (pada dasarnya)," tegas Ayatollah Khamenei.

Pada hari Jumat, Iran mulai menjatah bensin dan secara substansial meningkatkan harga bahan bakar. Pendapatan itu akan digunakan untuk membantu yang membutuhkan.

Perusahaan Distribusi Produk Minyak Nasional Iran (NIOPDC) mengatakan dalam sebuah pernyataan Kamis malam (21/11/19), harga satu liter bensin reguler naik hingga 15.000 real (12,7 sen AS) dari 10.000 real dan rasio bulanan untuk setiap mobil pribadi yang ditetapkan sebesar 60 liter per bulan. Pembelian tambahan akan menelan biaya 30.000 real per liter.

Keputusan itu memicu unjuk rasa di sejumlah kota Iran, beberapa di antaranya dirusak oleh kekerasan ketika elemen-elemen oportunis berusaha mengeksploitasi situasi dan menggerakkan gelombang protes damai terhadap kenaikan harga bahan bakar. Akibatnya, demonstrasi berubah menjadi kekerasan di beberapa kota. Laporan bentrokan antara pasukan keamanan dan unsur-unsur tertentu merusak properti publik.

Di tempat lain dalam sambutannya pada hari Selasa, Ayatullah Khamenei mengatakan Iran perlu tumbuh dan kebal terhadap dampak sanksi dengan mengembangkan ekonomi yang tergantung pada produksi dalam negeri.

"Kami telah memaksa musuh kembali di berbagai bidang, dan, atas rahmat Tuhan, kami akan dengan tegas memaksanya kembali ke arena peperangan ekonomi juga," tegas Pemimpin.

Ayatollah Khamenei menggarisbawahi, perang ekonomi AS melawan Republik Islam tidak terbatas pada presiden AS saat ini, dan mengatakan, akan menjadi kesalahan untuk berpikir bahwa sanksi akan berakhir ketika Donald Trump meninggalkan kantor.

"Dengan rahmat Tuhan, kita akan mengubah semua sanksi menjadi peluang melalui pemanfaatan semua kapasitas unik, hanya sebagian yang sejauh ini telah digunakan, dan juga melalui usaha oleh aktivis ekonomi," tambah Pemimpin. [IT/onh]


 
Artikel Terkait
Comment