0
Wednesday 4 December 2019 - 11:39

Megaproyek Kilang RI-Rusia di Tuban RP 225 T Mulai Jalan

Story Code : 830656
Ilustrasi Kilang (Detik)
Ilustrasi Kilang (Detik)
"Saya diperintahkan Presiden untuk mengawal proyek-proyek yang menjadi inisiatif pemerintah. Salah satunya adalah pembangunan kilang minyak di Tuban ini. Kita tahu bahwa kita membutuhkan banyak kilang untuk mencukupi kebutuhan 260 juta penduduk Indonesia," kata Budi Karya dalam keterangan tertulis Kementerian Perhubungan, Sabtu (30/11/2019).

Pembangunan Kilang Pertamina Grass Root Refinery (GRR) Tuban ini dilakukan melalui skema kerja sama antara Pertamina dengan perusahaan Rusia, Rosneft Oil Company melalui pembentukan perusahaan joint venture bernama PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PT PRPP).

Pembangunan GRR Tuban merupakan penugasan pemerintah berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 807K/12/MEM/2016 tertanggal 3 Maret 2016 dan Perpres Nomor 56 Tahun 2018.

Pembangunan Kilang di Tuban Tersambung Pelabuhan

PT Pertamina (Persero) akan membangun kilang minyak yang terintegrasi dengan pelabuhan di Tuban, Jawa Timur. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mendukung rencana tersebut.

"Saya diperintahkan Presiden untuk mengawal proyek-proyek yang menjadi inisiatif pemerintah. Salah satunya adalah pembangunan kilang minyak di Tuban ini. Kita tahu bahwa kita membutuhkan banyak kilang untuk mencukupi kebutuhan 260 juta penduduk Indonesia," kata Budi Karya.

Budi Karya mengatakan, pembangunan kilang minyak ini membutuhkan lahan. Oleh karenanya dia mengizinkan Pertamina untuk melakukan restorasi dan reklamasi seluas 200 hektar.

"Saya hari ini memberikan izin pada Pertamina untuk melakukan restorasi. Tapi nanti dimungkinkan dilakukan reklamasi 200 hektar. Sehingga dengan tanah itu cukup digunakan untuk keperluan ini," katanya.

Budi Karya mengungkapkan, wilayah Tuban akan dibangun pelabuhan sepanjang kurang lebih 600 meter yang nantinya akan terintegrasi dengan kilang minyak milik PT Pertamina (Persero).

"Kira-kira panjang dermaga 400-600 meter. Lebarnya dan kapasitasnya disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan," sebutnya.

Sementara itu Direktur Utama Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menambahkan, target pembangunan kilang minyak dan pelabuhan akan selesai pada tahun 2026.

"Nanti kapasitas pengolahan kilang minyak mencapai 300 kbpd, produksi gasoline 14 juta liter per hari, produksi diesel 16 juta liter per hari dan total produksi petrokimia 4.250 ktpa," tutup Nicke.

Kilang Canggih Tuban Dibangun Rp 225 T

Pertamina siap membangun salah satu kilang tercanggih di dunia yaitu Kilang Tuban yang memiliki kapasitas pengolahan sebesar 300 ribu barel per hari. Bahkan Pertamina harus mengeluarkan investasi sebesar US$ 16 miliar atau sekitar Rp 225 triliun untuk megaproyek ini.

Kilang Tuban nantinya akan menghasilkan 30 juta liter BBM per hari untuk jenis gasoline dan diesel. Selain itu, Kilang Tuban juga akan menghasilkan 4 juta liter avtur per hari serta produksi petrokimia sebesar 4.25 juta ton per tahun.

"Seluruh BBM yang diproduksi di Kilang Tuban memiliki standar terbaik di dunia yakni Euro5, yang sangat ramah dengan lingkungan," imbuh Direktur Utama PT. Pertamina (Persero) Nicke Widyawati.

Lebih lanjut, Nicke mengatakan untuk membangun megaproyek ini, Pertamina menginvestasikan sekitar US$ 15-16 miliar yang diperkirakan akan selesai pada tahun 2026 mendatang. Proyek ini menempati area seluas kurang lebih 900 hektare.

"Ini salah satu proyek prestisius dan sangat strategis dalam membangun kemandirian dan kedaulatan energi nasional. Dampaknya juga tentu akan sangat besar dirasakan masyarakat sekitar proyek, khususnya Tuban dan sekitarnya," ujarnya.

Pembangunan kilang Tuban saat ini telah memasuki tahap early work yaitu pembersihan lahan sekitar 328 hektar serta pemulihan lahan abrasi (restorasi) seluas 20 Ha. Saat ini, dalam pembangunan tahap awal tersebut Pertamina telah menyerap 271 tenaga kerja lokal Tuban.

Kilang Tuban akan memberikan tambahan pasokan untuk kebutuhan BBM, LPG dan Petrokimia berkualitas untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Dengan kehadiran kilang Tuban, kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dari kilang sendiri dan tidak perlu impor.

Mampu Serap 20.000 Pekerja

Megaproyek kilang Pertamina Grass Root Refinery (GRR) mulai berjalan di Tuban, Jawa Timur. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi bersama Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati.

Di sela-sela kunjungan itu Menhub menyambut baik PT Pertamina yang akan merekrut warga sekitar untuk dipekerjakan dalam proses pembangunan. Saat ini sudah ada 270 warga masyarakat yang dilibatkan proses restorasi pantai.

"Saya begitu terkesan bahwa kalau proyek ini jadi, bayangkan 20 ribu orang dapat kesempatan kerja dan pasti Tuban akan berubah menjadi sama hebatnya dengan Surabaya, jadi satu pusat pertumbuhan industri," dalam keterangan tertulis Kementerian Perhubungan di Jakarta, Sabtu (30/1/2019).

Nicke menambahkan pembangunan kilang minyak ini akan menyerap 20.000 orang pekerja dan 2.500 orang pekerja saat telah beroperasi dimana terkait tenaga kerja ini PT Pertamina (Persero) akan mengutamakan merekrut warga lokal.
[IT/Finance.detik]


 
Artikel Terkait
Comment