0
1
Komentar
Friday 6 December 2019 - 16:36
AS - Timur Tengah:

Pentagon akan Kirim 7.000 Pasukan Tambahan ke Timur Tengah

Story Code : 831122
US forces armored vehicles drives near the village of Yalanli, northern Syrian city of Manbij.jpg
US forces armored vehicles drives near the village of Yalanli, northern Syrian city of Manbij.jpg
Menurut sumber-sumber, yang dikutip oleh Fox News, meski Menteri Pertahanan Mark Esper "belum membuat keputusan" itu, tetapi beberapa laporan memperkirakan penyebaran hingga 7.000 tentara tambahan ke Timur Tengah untuk melawan apa yang mereka klaim sebagai dugaan ancaman dari Tehran.

Pada hari Rabu (4/12) malam, The New York Times melaporkan, mengutip sumber-sumber intelijen AS, bahwa Iran telah diduga mengambil keuntungan dari protes yang sedang berlangsung di Irak untuk menimbun rudal balistik jarak pendek di negara tetangganya - sebuah langkah yang dianggap berpotensi berbahaya bagi pasukan AS di wilayah Irak.
 
Para pejabat militer AS, yang dikutip oleh NYT, menolak menyebutkan beberapa jenis roket Iran - yang diduga diselundupkan dan ditimbun di gudang senjata tersembunyi di Irak - tetapi mereka mengklaim bahwa rudal khusus ini dapat menyerang Zionis Israel, mengubah keseimbangan kekuatan di wilayah tersebut.

Sejak Musim Semi, Departemen Pertahanan dilaporkan telah mengerahkan lebih dari 14.000 pasukan tambahan - setengah di atas kapal perang - ke Timur Tengah untuk bergabung dengan lebih dari 60.000 tentara Amerika yang saat ini ditempatkan di sebuah wilayah yang disebut oleh Pentagon sebagai Komando Pusat, sebuah wilayah yang membentang dari Mesir hingga Afghanistan, Fox Berita mengatakan.

Pada bulan Mei, militer AS meningkatkan kekuatannya di Timur Tengah pada peringatan satu tahun penarikan sepihak pemerintahan Trump dari Rencana Komprehensif Aksi Bersama (JCPOA) 2015, yang juga dikenal sebagai kesepakatan nuklir Iran.

Ketegangan di Teluk Persia meningkat lebih jauh setelah serangan misterius pada tanker minyak, termasuk di lepas pantai Uni Emirat Arab, serta serangan pesawat nir awak di ladang minyak Saudi pada 14 September.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment


Indonesia
Sudah saatnya IRAN mengadopsi kebijakan ZIONIS yg ingin menghancurkan pangkalan iran di suriah dan negara yg menjadi tempat pangkalan iran memikul tanggung jawab...skrg IRAN harus menghancurkan pangkalan USA dan negara tmpt pangkalan USA....kalo terlambat dampaknya sangat merugikan
Sesuai