0
Monday 13 January 2020 - 10:19
Suriah - AS:

Ajudan Assad: Trump Secara Membabi Buta Mengikuti Skema Israel di Asia Barat

Story Code : 838103
Bouthaina Shaaban, the political and media adviser to Syrian President Bashar al-Assad.jpg
Bouthaina Shaaban, the political and media adviser to Syrian President Bashar al-Assad.jpg
“Kita telah mencapai tahap di mana Trump secara buta bekerja untuk memenuhi keinginan Zionisme. Zionisme berusaha untuk melakukan pukulan terhadap poros perlawanan dengan membunuh kedua pejuang itu. Namun, itu hanya mengkonsolidasikan front perlawanan,” kata Bouthaina Shaaban di Damaskus pada hari Minggu (12), mengutuk pembunuhan Letnan Jenderal Qassem Soleimani Iran, komandan Pasukan Quds dari Pasukan Pengawal Revolusi Islam (IRGC), dan yang kedua di komando Unit Mobilisasi Populer Irak (PMU), Abu Mahdi al-Muhandis.

Dia kemudian mengutip sebuah laporan yang diterbitkan oleh harian Haaretz Zionis Israel bahwa Trump telah memberi tahu pejabat Zionis Israel tentang niatnya untuk membunuh Soleimani tanpa berkonsultasi dengan Kongres. "Kita menghadapi tindakan yang dilakukan Trump hanya untuk melayani kepentingan Zionis Israel."

Pembunuhan Soleimani sangat mengejutkan, kata pejabat Suriah itu, yang menekankan bahwa dampaknya tidak akan terbatas pada hari dan bulan, tetapi akan bertahan lama.

“Amerika mengambil tindakan yang akan memiliki efek buruk pada AS di semua arena. Amerika Serikat membuktikan dirinya sebagai pemerintah yang melakukan tindakan terorisme dan kriminal hukum rimba, dan melanggar konstitusi dengan mengabaikan Kongres,” kata pejabat tinggi Suriah itu.

Dia juga memuji keputusan yang dibuat oleh parlemen Irak tentang penarikan pasukan militer AS dari Irak serta penembakan rudal yang presisi dari Iran di pangkalan-pangkalan AS di Irak.

Pada tanggal 5 Januari, anggota parlemen Irak dengan suara bulat menyetujui RUU yang menuntut penarikan semua pasukan militer asing yang dipimpin oleh Amerika Serikat dari negara itu.

Pengurus sementara Perdana Menteri Irak Adel Abdul-Mahdi meminta Amerika Serikat pada 9 Januari untuk mengirim delegasi ke Baghdad yang ditugaskan untuk merumuskan mekanisme penarikan.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment