0
Saturday 18 January 2020 - 11:42
Rusia dan Kecelakaan Pesawat Ukraina:

Rusia: 6 Jet F-35 Dilaporkan di Perbatasan Iran pada Saat Kecelakaan Pesawat Ukraina

Story Code : 839130
Acting Russian Foreign Minister Sergei Lavrov.jpg
Acting Russian Foreign Minister Sergei Lavrov.jpg
"Informasi ini belum diverifikasi, tetapi saya ingin menggarisbawahi kegelisahan yang selalu menyertai situasi seperti itu," katanya, Jumat (17/1).

Lavrov menekankan bahwa penting untuk memahami konteks insiden itu, yang terjadi ketika Iran dalam keadaan siaga tinggi setelah membalas dendam terhadap pembunuhan Letnan Jenderal Qassem Soleimani oleh Washington.

"Ada informasi bahwa Iran mengharapkan serangan lain dari Amerika Serikat setelah serangan itu tetapi tidak tahu bagaimana bentuknya," kata Lavrov.

Menteri luar negeri Rusia menambahkan bahwa dia tidak berusaha memaafkan siapa pun atas insiden tersebut.

Pada 8 Januari, pesawat Ukraina jatuh beberapa menit setelah lepas landas di dekat ibukota, Tehran, saat dalam perjalanan ke Kiev. Insiden itu menyebabkan kematian semua 176 orang di dalamnya, yang sebagian besar adalah warga Iran.

Iran pada awalnya mengaitkan kecelakaan itu dengan kegagalan teknis tetapi akhirnya mengumumkan bahwa pesawat itu telah dijatuhkan oleh rudal yang ditembakkan karena "kesalahan manusia" setelah melakukan penyelidikan lebih lanjut.

'Bendera merah yang sangat serius'

Berbicara pada hari Jumat (17/1), menteri luar negeri Rusia juga mengatakan bahwa jatuhnya pesawat Ukraina yang tragis menjadi "bendera merah yang sangat serius" yang mengisyaratkan perlunya "mulai bekerja pada eskalasi dan bukan pada ancaman yang konstan."

"Peningkatan ketegangan antara Iran dan AS tidak akan membantu menyelesaikan satu krisis pun di kawasan itu, jika saja karena ketegangan akan meningkat," katanya.

Lavrov menambahkan bahwa pembunuhan "Soleimani" yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh Washington "merusak dan mempertanyakan semua norma hukum internasional yang dapat dibayangkan."

Menurut pejabat Irak, Soleimani telah diundang ke Irak sebagai tamu resmi pemerintah Irak ketika dia menjadi sasaran serangan pesawat tak berawak AS di Bandara Internasional Baghdad.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment