0
Wednesday 25 March 2020 - 06:01

Wabah Covid-19 Mengganas di Afrika Selatan

Story Code : 852418
Wabah Covid-19 Mengganas di Afrika Selatan
Lonjakan terjadi menjelang kebijakan penutupan wilayah secara menyeluruh (lockdown) di seantero Afsel mulai Kamis dini hari mendatang.
 
Senin kemarin, Presiden Afsel Cyril Ramaphosa mengumumkan lockdown berskala nasional selama 21 hari. Ia menegaskan bahwa Afsel perlu mengambil langkah tegas dalam merespons pandemi covid-19.
 
Afsel memiliki jumlah kasus tertinggi covid-19 di kawasan sub-Sahara Afrika. Sejumlah pakar kesehatan khawatir virus tersebut dapat melumpuhkan sistem kesehatan di Afsel jika jumlah kasusnya melonjak drastis dari hari ke hari.

Dikutip dari Guardian, otoritas kesehatan Afsel saat ini sedang berusaha memperluas kapasitas dan jumlah tes korona.
 
"Kita tidak perlu terkejut saat melihat angka kasus (covid-19) melonjak," ucap Menteri Kesehatan Afsel Zweli Mkhize dalam sebuah konferensi pers.
 
Saat ini ada dua pasien covid-19 yang dirawat intensif di unit gawat darurat. Mkhize mengatakan sejauh ini tidak ada korban meninggal akibat covid-19 di Afsel.
 
Sementara itu, Menteri Pertanian Thoko Didiza memastikan bahwa pemerintah telah mengambil sejumlah langkah yang diperlukan agar pasokan pangan tetap memadai di tengah lockdown.
 
"Tidak perlu ada panic buying, cadangan makanan kita cukup," tegas Didiza, merujuk pada fenomena berbelanja barang secara berlebihan. Ia menambahkan, pihaknya akan mengawasi semua penjual makanan demi memastikan harga jualnya tidak dinaikkan secara drastis.
 
Lockdown diterapkan secara dini di Afsel, yang saat ini mencatat sekitar 400 kasus terkonfirmasi covid-19 dengan nol kematian. Pemerintah Afsel mengakui bahwa jumlah kasus dan kematian akibat covid-19 di negaranya memang relatif rendah, namun tetap ingin memberlakukan lockdown demi mengantisipasi lonjakan.
 
Pemerintah Afsel meyakini bahwa berdasarkan tren global, ratusan ribu kasus covid-19 dapat masuk ke Afsel dalam hitungan pekan jika langkah-langkah pencegahan tidak segera dilakukan.
 
"Langkah cepat diperlukan jika kita ingin menghindari bencana kemanusiaan di negara ini," tegas Ramaphosa.[IT/Medcom]




 
Artikel Terkait
Comment