0
Tuesday 31 March 2020 - 02:46
AS dan Kemelut Semenanjung Korea:

Korea Utara Kecam Seruan ‘Sanksi’ Pompeo

Story Code : 853674
North Korea
North Korea's flag.jpg
Pompeo pekan lalu mengatakan kepada negara-negara untuk "tetap berkomitmen menerapkan tekanan diplomatik dan ekonomi" atas program nuklir dan rudal balistik Korut sambil menyerukan negara bersenjata nuklir untuk kembali ke pembicaraan.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Kantor Berita Pusat resmi Korea Utara, seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya yang bertanggung jawab atas negosiasi dengan AS menyebut pernyataan Pompeo "menggelikan".

"Pompeo menperdengarkan bahasa menggelikan membuat kami menyerah pada setiap harapan untuk dialog," kata pejabat itu, menambahkan: "Kami akan berjalan dengan cara kami."

Diplomat Amerika itu "memberikan penghinaan pada sebuah negara di mana presidennya bersedia menjalin hubungan yang baik", pejabat itu melanjutkan, merujuk pada surat Donald Trump yang dikirim kepada pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang menyatakan niat untuk bekerja sama dalam upaya anti-epidemi.

"Sangat membingungkan siapa komandan tertinggi di AS," kata pejabat itu.

Dialog denuklirisasi antara AS dan Korea Utara tetap macet sejak 2019 Februari ketika Presiden AS Donald Trump keluar dari pertemuan puncak di Vietnam dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Korea Utara menghadapi sanksi berat dari PBB dan AS atas program nuklirnya sejak pertengahan 2000 setelah Pyongyang menguji persenjataan nuklir independennya.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment