0
Monday 18 May 2020 - 08:53
Iran vs Hegemoni Global:

Ayatollah Khamenei: Amerika akan Terusir dari Suriah dan Irak

Story Code : 863312
Ayatullah Uzmam Imam Sayid Ali Khamenei, Wali Faqih.png
Ayatullah Uzmam Imam Sayid Ali Khamenei, Wali Faqih.png
Ayatollah Khamenei membuat pernyataan ketika berbicara dalam pertemuan Ramadhan tahunan dengan mahasiswa Iran pada hari Minggu (17/5), yang dilakukan melalui konferensi video dalam suasana pandemi virus coronavirus tahun ini dan sesuai dengan rekomendasi pejabat kesehatan.

"Kinerja jangka panjang Amerika Serikat, termasuk perang nuklir, membantu rezim terkenal, menyembunyikan teroris, [dan] tidak berhenti berusaha mendukung penindasan, telah menyebabkan pemerintah ini dibenci di bagian penting dunia," kata Imam Ali Khamenei.

Ayatollah Khamenei menambahkan, "Hari ini, masyarakat dan sistem politik Amerika bukan saja tidak menarik, tetapi juga menjadi subjek kebencian di bagian penting dunia."

Imam Khemenei mencatat bahwa sebagian dari kebencian yang ada terhadap Amerika Serikat berasal dari perilaku para pejabat saat ini, termasuk presidennya dan menteri luar negeri AS (Mike Pompeo) yang “banyak bicara, tidak logis, dan tidak masuk akal”.

Ayatollah Khamenei menyoroti penghasut perang AS di negara-negara lain, termasuk di Afghanistan, Irak dan Suriah sebagai alasan lain mengapa rezim AS begitu dibenci.

"Orang Amerika secara eksplisit mengatakan 'kami telah mengirim pasukan militer ke Suriah, karena ada minyak [di negara itu]'. Tentu saja, mereka tidak akan lama di Irak, atau di Suriah dan harus meninggalkan mereka dan pasti akan diusir [dari negara-negara itu]. "

Di tempat lain dalam sambutannya, Imam Khamenei menyentuh situasi negara saat ini dari tiga sudut pandang yang berbeda, mengatakan, "Republik Islam saat ini terlibat dalam perjuangan besar melawan front penindasan dan arogansi."

"Negara memiliki potensi yang sangat tinggi untuk konfrontasi [dengan front penindasan dan arogansi] dan pengalaman masa lalu dengan berbagai masalah menunjukkan hal ini kepada kami," Ayatollah Khamenei menjelaskan.

Pemimpin menekankan bahwa kemenangan Revolusi Islam telah "melembagakan rasa kekuasaan dan martabat di negara dan rakyat kita."

"Tentu saja, musuh sedang mencari kesempatan untuk melucuti kita atau rasa percaya diri nasional kita," Ayatollah Khamenei memperingatkan.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment