0
Tuesday 2 June 2020 - 00:55

Teknik 'Cekikan Lutut' AS Gagal Dengan Iran, Dan Akan Gagal Dengan Warga Afrika-Amerika

Story Code : 866019
Teknik

Menteri luar negeri Iran mengatakan pemerintah AS menggunakan teknik represi yang sama terhadap penduduk Afrika-Amerika, yang telah diterapkan untuk Iran selama dua tahun, tetapi tidak berhasil.

Dalam sebuah pos di akun Twitter resminya pada hari Senin, Mohammad Javad Zarif membuat perbandingan antara apa yang disebut kampanye "tekanan maksimum" Washington melawan Teheran dan teknik "lutut-ke-leher" yang digunakan oleh polisi AS ketika menangkap warga kulit hitam Amerika, yang dalam contoh terbarunya menyebabkan kematian dalam tahanan di kota Minneapolis di Minnesota.

Teknik " cekikakn lutut" bukanlah hal yang baru: komplotan rahasia yang sama — yang telah mengakui kebiasaan "berbohong, menipu, mencuri" - AS telah menggunakannya pada 80 juta warga Iran selama 2 tahun, menyebutnya "tekanan maksimum".

Itu tidak membuat kami berlutut. Juga tidak akan merendahkan Afrika-Amerika. # WorldAgainstRacism pic.twitter.com/SiKEHmXkdj

- Javad Zarif (@JZarif) 1 Juni 2020
"Teknik 'berlutut di leher' bukanlah hal baru," tulis Zarif, menambahkan bahwa teknik itu dipraktekkan kepada warga Afrika-Amerika oleh "komplotan rahasia yang sama," yang telah mengejar kampanye "tekanan maksimum" terhadap 80 juta orang Iran selama dua tahun terakhir.

Diplomat top Iran menambahkan bahwa dengan cara yang sama seperti teknik represif AS gagal memaksa Iran tunduk, itu juga akan gagal membuat orang Afrika-Amerika berlutut.

“Itu belum membuat kami berlutut. Juga tidak akan merendahkan warga Afrika-Amerika, ”kata Zarif.

Tweet Zarif muncul pada saat protes kemarahan menyebar di seluruh Amerika Serikat. 
Polisi telah merespons para demonstran dengan tabung gas air mata dan peluru karet terhadap protes yang sejauh ini telah menelan sedikitnya 30 kota di AS. Minnesota, tempat pembunuhan itu terjadi, bahkan telah mengaktifkan Garda Nasional melawan para pengunjuk rasa dalam suatu langkah yang jarang terjadi.(IT/TGM)
Artikel Terkait
Comment