0
Tuesday 7 July 2020 - 20:18
Iran - PBB:

Iran Desak PBB Terkait Nasib Para Diplomatnya yang Diculik di Lebanon

Story Code : 873060
Iranian diplomts Ahmad Motevasselian, Seyyed Mohsen Mousavi, Taqi Rastegar Moqaddam and Kazem Akhavan were kidnapped by a group of Israel-backed gunmen.jpg
Iranian diplomts Ahmad Motevasselian, Seyyed Mohsen Mousavi, Taqi Rastegar Moqaddam and Kazem Akhavan were kidnapped by a group of Israel-backed gunmen.jpg
Pada 4 Juli 1982, tahun Israel menginvasi Libanon, diplomat Iran Ahmad Motevasselian, Sayyid Mohsen Mousavi, Taqi Rastegar Moqaddam dan Kazem Akhavan diculik oleh sekelompok orang bersenjata yang didukung Zionis Israel di sebuah pos inspeksi di Libanon utara.

Dalam sepucuk surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada hari Senin (6/7), duta Iran untuk PBB Majid Takht-Ravanchi mengatakan Republik Islam percaya keempat diplomat itu diserahkan kepada pasukan Zionis Israel segera setelah penculikan di sebuah wilayah yang dikendalikan oleh Tel Aviv pada saat itu.

"Bukti menunjukkan bahwa mereka telah ditahan di penjara-penjara Israel, dan masih hidup," tambah utusan Iran itu.

Dia menulis bahwa kepala PBB diharapkan untuk mendukung seruan Tehran untuk Komite Internasional Palang Merah (ICRC) untuk membentuk komite pencari fakta untuk menyelidiki nasib warga Iran yang hilang.

Takht-Ravanchi menyebut penculikan diplomat sebagai tindakan melawan hukum internasional, terutama aturan hak asasi manusia, dan menyoroti peran PBB dalam menangani masalah ini dan meminta pertanggungjawaban rezim Israel atas penculikan keempat warga negara tersebut.

Duta Iran menulis surat kepada Guterres pada kesempatan ulang tahun penculikan ke-37.

Sebelumnya pada hari Jumat, Kementerian Luar Negeri Iran sekali lagi memuji kerja sama dan langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah Libanon untuk menentukan nasib keempat diplomat dan mengatakan PBB, ICRC dan badan-badan internasional lainnya serta pejabat Libanon harus memenuhi tugas hukum dan kemanusiaan mereka dan melakukan upaya maksimal mereka untuk menjelaskan nasib diplomat yang di culik itu.[IT/r]
 
 
Artikel Terkait
Comment