0
Thursday 16 July 2020 - 14:15
Negara Kesatuan Republik Indonesia:

Ketua MPR: Pemuka Agama Berperan Jaga Persatuan Bangsa

Story Code : 874781
Bambang Soesatyo, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI.jpg
Bambang Soesatyo, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI.jpg
"Para pemuka agama kini mempunyai tantangan yang tidak ringan. Selain merekatkan ikatan kebangsaan, pemuka agama juga harus menjadi bagian dari penyejuk masyarakat, bangsa, dan negara," ujar Bambang Soesatyo (Bamsoet) dalam pernyataan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Kamis.

Hal itu disampaikan politikus senior Partai Golkar tersebut dalam Bincang Santai Sosialisasi Empat Pilar Antar Umat Beragama di Denpasar, Bali.

Acara yang digelar oleh Gerakan Membangun Solidaritas (Gerak BS) Bali itu menghadirkan pembicara utama Gus Nuril Arifin Husein dan para tokoh lintas agama di Bali.

Selain sebagai pendingin hati masyarakat dan pengayom, kata dia, para pemuka agama mempunyai posisi penting dalam menjaga kebhinnekaan dan persatuan bangsa.

Mantan Ketua DPR RI itu menegaskan kerukunan antarumat beragama menjadi fondasi utama bagi kelangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Jangan sampai, kata dia, Indonesia mengikuti negara-negara seperti di Timur Tengah yang selalu berkonflik antara satu dengan yang lainnya, apalagi konflik yang mengatasnamakan agama.

"Kedamaian dan kelangsungan negara harus kita jaga dengan baik. Jangan sampai kita terjebak dalam konflik horizontal berkepanjangan yang tidak akan ada habisnya. Konflik di berbagai negara Timur Tengah telah menjadi pelajaran penting bagi kita. Agama seharusnya digunakan untuk mendamaikan dan mencerahkan umat manusia, bukan sebagai alat adu domba," kata Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI tersebut menuturkan pada dasarnya tidak ada satu agama apapun yang mengajarkan radikalisme ataupun terorisme.

Tindakan teror yang melanda berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia sama sekali bukan karena adanya pengaruh ajaran agama tertentu, tetapi karena ulah manusia, baik individu maupun golongan yang bersifat radikal dan tidak menginginkan adanya kedamaian.

"Tidak ada ajaran agama manapun yang mengajarkan radikalisme, kebencian, serta permusuhan. Namun, yang ada adalah orang radikal yang memeluk agama tertentu. Jadi, bukan salah agamanya, melainkan salah orangnya," kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila itu mengingatkan masih ada orang-orang radikal yang ingin mengacaukan NKRI sehingga semua pihak harus waspada.

Ia menegaskan untuk tidak ragu melaporkan kepada aparat hukum maupun pemimpin lingkungan setempat jika melihat orang atau kelompok yang mencurigakan dan mengganggu ketenangan masyarakat.

"Kita perkuat solidaritas sampai ke lingkup terkecil di RT dan RW. Masyarakat jangan ragu melaporkan kepada aparat hukum maupun pemimpin lingkungan setempat jika ditemukan adanya orang atau kelompok yang meresahkan. Dengan demikian kita akan tutup pergerakan orang-orang berhaluan radikal sampai ke lingkup yang terkecil," kata Bamsoet.[IT/r/Antara]
 
 
Artikel Terkait
Comment