0
Saturday 12 September 2020 - 11:32
Rusia dan Gejolak Suriah:

Militer Rusia: Teroris Merencanakan Provokasi dengan Bahan Kimia Beracun di Idlib

Story Code : 885745
Terrorists plotting provocations with poisonous chemicals in Idlib.jpg
Terrorists plotting provocations with poisonous chemicals in Idlib.jpg
"Pusat rekonsiliasi pihak-pihak yang bertikai di Rusia menerima informasi tentang persiapan provokasi dengan menggunakan zat beracun di bagian selatan zona de-eskalasi Idlib oleh kelompok teroris Hayat Tahrir Al-Sham," kata Grinkevich.

Dia juga mencatat, menurut informasi yang tersedia, teroris berencana akan merekam video di kawasan ketinggian Jabal Zawiya dengan keterlibatan wartawan media asing untuk selanjutnya diseminasi publikasi di Internet, media Timur Tengah dan Barat menuduh pasukan pemerintah Suriah telah menggunakan senjata kimia terhadap warga sipil.

Ini bukan pertama kalinya muncul peringatan tentang kemungkinan video provokasi tentang serangan kimia yang diduga dilakukan oleh militer Suriah. Pada Februari, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa The White Helmets telah merekam video palsu bekerja sama dengan para teroris, menunjukkan dugaan konsekuensi dari serangan Angkatan Udara Suriah yang melibatkan beberapa "senjata kimia tak dikenal".

Suriah telah berulang kali membantah menggunakan senjata kimia setelah mereka dihancurkan sebagai bagian dari perjanjian yang ditengahi Rusia dengan Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW) pada 2013. Pemerintah menuduh militan melakukan serangan kimia, yang kemudian digunakan oleh kekuatan Barat  untuk membenarkan aktivitas militer di wilayah Suriah.

Perang Saudara Suriah telah berlangsung sejak 2011, dengan pasukan Presiden Bashar Assad berperang melawan berbagai kelompok pemberontak. Trio Astana, yang meliputi Rusia, Turki, dan Iran, telah berusaha menyatukan pihak-pihak yang bertikai untuk mencapai penyelesaian damai sejak pertemuan pertama di Astana (sekarang Nur Sultan) pada Januari 2017.

Sebagai bagian dari upaya Suriah untuk memulihkan kehidupan damai di belakang perang selama hampir satu dekade, Rusia membantu Damaskus dalam memfasilitasi pemulangan pengungsi Suriah dan pengungsi internal (IDP). Pusat rekonsiliasi Suriah untuk Rusia terus memberikan bantuan kemanusiaan dan medis kepada penduduk Ghouta Timur dan membantu mereka kembali ke rumah mereka di permukiman yang dibebaskan dari para militan.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment