0
Sunday 13 September 2020 - 16:56
Iman dan Kesepakatan Bahrain-Zionis Israel:

Oman Dukung Keputusan Normalisasi Bahrain-Israel

Story Code : 885992
Benjamin Netanyahu- Israeli Prime Minister.jpg
Benjamin Netanyahu- Israeli Prime Minister.jpg
Bahrain pada Jumat (11/9) menjadi negara Teluk kedua yang meresmikan hubungan dengan Zionis Israel, setelah pada Agustus  Uni Emirat Arab (UAE) melakukan tindakan serupa.

"Berharap jalur strategi baru yang diambil oleh negara-negara Arab ini akan berkontribusi menghadirkan perdamaian yang berdasarkan pada tujuan mengakhiri pendudukan Zionis Israel aras tanah Palestina dan mendirikan negara Palestina yang independen, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya," bunyi pernyataan pemerintah.

Menteri intelijen Zionis Israel, beberapa hari setelah kesepakatan UAE-Zionis Israel diumumkan pada 13 Agustus, mengatakan Oman juga tidak menutup kemungkinan untuk meresmikan hubungan dengan Zionis Israel.

Oman menyambut keputusan UAE dan Bahrain, namun tidak mengomentari perihal harapannya sendiri soal normalisasi hubungan dengan Zionis Israel. 

Pada 2018, Perdana Menteri Zionis Israel Benjamin Netanyahu berkunjung ke Oman dan membahas gagasan perdamaian di Timur Tengah dengan pemimpin Oman sebelumnya, Sultan Qaboos.

Di kawasan yang bergejolak, Oman mempertahankan sikap netral. Pihaknya tetap berhubungan baik dengan para pemain di kawasan, termasuk dua negara yang menjadi musuh bebuyutan, Amerika Serikat dan Iran.[IT/r]
 
 
Artikel Terkait
Comment