0
Tuesday 15 September 2020 - 00:57

Zarif: Trump Sangat Membutuhkan Normalisasi Arab-Israel Untuk 'Foto Kampanye'

Story Code : 886251
Zarif: Trump Sangat Membutuhkan Normalisasi Arab-Israel Untuk

Menteri Luar Negeri Iran mengatakan upaya baru-baru ini oleh Amerika Serikat untuk menormalisasi hubungan Israel dengan sejumlah negara Arab di kawasan itu jelas menunjukkan bahwa Presiden AS Donald Trump sangat membutuhkan "foto kampanye" menjelang pemilihan presiden November.

"@realDonaldTrump sangat membutuhkan foto kampanye. Menantu laki-lakinya (Jared Kushner) memeras klien regional mereka untuk memberinya foto," kata Mohammad Javad Zarif dalam sebuah posting di halaman Twitter-nya pada hari Senin.

Namun, diplomat tertinggi Iran meragukan sifat dari apa yang disebut "perjanjian perdamaian" dan mengatakan kesepakatan ini tidak ditandatangani "antara musuh tetapi sekutu lama," sehingga menyinggung fakta bahwa baik Uni Emirat Arab dan Bahrain telah memiliki hubungan rahasia dengan Israel jauh sebelum mengungkapkannya melalui kesepakatan baru-baru ini.
Zarif mengolok-olok penandatanganan perjanjian sebagai "kudeta diplomatik" dan berkata, "Nantikan lebih banyak lagi ...," yang berkonotasi bahwa rezim Arab yang lebih reaksioner sejalan untuk menormalisasi hubungan mereka dengan Israel atas perintah pemerintah AS.

. @ realDonaldTrump sangat membutuhkan foto kampanye. Menantu laki-lakinya memeras klien regional mereka agar memberinya satu.

Satu-satunya masalah: 'Perjanjian damai' yang ditandatangani BUKANLAH antara musuh tetapi sekutu lama.

Benar-benar kudeta diplomatik!

Pantau terus untuk lebih ... pic.twitter.com/xuoMECm2Um

- Javad Zarif (@JZarif) 14 September 2020.

Trump mengumumkan pada 11 September bahwa negara kecil Bahrain di Teluk Persia telah mencapai kesepakatan untuk menormalkan hubungan dengan Tel Aviv, menyebut kesepakatan itu sebagai "terobosan SEJARAH" lainnya.

Kesepakatan itu datang kira-kira sebulan setelah Washington menjadi perantara kesepakatan lain yang memungkinkan pemulihan hubungan serupa antara Uni Emirat Arab dan rezim pendudukan.

Bahrain telah setuju untuk meresmikan kesepakatan dengan Israel pada sebuah upacara pada 15 September di Gedung Putih, di mana UEA juga akan menandatangani kesepakatan dengan Tel Aviv.

Tweet Zarif muncul setelah Ali Akbar Velayati, penasihat utama Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, juga mengatakan bahwa presiden AS berusaha untuk meraih kemenangan dalam pemilihan presiden mendatang.(IT/TGM)

 
Artikel Terkait
Comment