0
Thursday 17 September 2020 - 09:46
Kesepakatan AS, Israel dan UEA, Bahrain:

Utusan Israel di PBB Menekankan Aneksasi Tepi Barat 'Bukan di Luar Meja'

Story Code : 886726
Gilad Erdan, Israeli new ambassador to the United Nations.jpg
Gilad Erdan, Israeli new ambassador to the United Nations.jpg
Gilad Erdan, mantan anggota partai Likud Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang juga akan menjadi duta besar untuk AS, mengatakan bahwa dia telah berbicara dengan perdana menteri tentang masalah tersebut.

“Pencaplokan itu belum selesai. Itu bisa dibahas lagi setelah pemilihan AS,” kata Erdan kepada Radio Angkatan Darat, mengacu pada pemilu 3 November di mana Presiden AS Donald Trump menghadapi Demokrat Joe Biden.

"Aneksasi belum dibatalkan, tapi itu tidak termasuk dalam daftar prioritas Amerika," tambahnya. “Kami tahu ini tidak akan terjadi tanpa kerja sama dari pemerintahan Trump.”

Netanyahu telah berbulan-bulan berjanji untuk mencaplok sebagian besar Tepi Barat pada 1 Juli, tetapi rencana itu ditangguhkan sebagai bagian dari perjanjian normalisasi dengan UEA, sebagaimana ditentukan dalam pernyataan bersama negara-negara 13 Agustus.

Trump mengatakan bulan lalu bahwa masalah tersebut telah "diangkat dari meja," meskipun Netanyahu bersikeras bahwa itu tetap "di atas meja."

Menjamu Netanyahu pada hari Selasa (15/9), dan bertanya apakah aneksasi sekarang "tidak mungkin dilakukan," Trump menjawab: "Kami tidak ingin membicarakannya sekarang, tapi itu berjalan dengan sangat baik dan sangat adil dan sangat baik untuk rakyat yang datang [ke kesepakatan normalisasi] dan untuk Israel."

Harian Israel The Times of Israel mengutip sumber yang mengatakan bahwa pemerintahan Trump baru-baru ini memberikan UEA komitmen selama negosiasi normalisasi bahwa Washington tidak akan mengakui aneksasi Israel atas permukiman Lembah Jordan dan Tepi Barat hingga 2024 paling awal.

Menurut sumber tersebut, pejabat Emirat, yang dipimpin oleh Duta Besar UEA untuk AS Yousef Al Otaiba, berfokus pada pencarian jaminan dari AS, bukan entitas Zionis, tentang masalah tersebut, tambah surat kabar itu.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment