0
Saturday 19 September 2020 - 23:28

Afrika Selatan: Tidak Ada Bukti Dugaan Persekongkolan Iran Untuk Membunuh Utusan AS

Story Code : 887243
Afrika Selatan: Tidak Ada Bukti Dugaan Persekongkolan Iran Untuk Membunuh Utusan AS

Badan Keamanan Negara Afrika Selatan mengatakan bahwa mereka tidak menemukan bukti yang mendukung klaim media AS bahwa Iran berencana membunuh Duta Besar Amerika untuk Pretoria Lana Marks.

Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Jumat, juru bicara agensi Mava Scott mengatakan bahwa pejabat Afrika Selatan telah bertemu dengan rekan mereka di AS untuk meminta informasi tambahan.

“Saat ini, informasi yang diberikan tidak cukup untuk menopang dugaan adanya ancaman yang dapat dipercaya terhadap Duta Besar Amerika Serikat untuk Afrika Selatan,” kata Scott.

Pernyataan itu muncul beberapa hari setelah majalah berita Politico menuduh bahwa Teheran berencana membunuh Marks sebelum pemilihan presiden AS untuk membalas pembunuhan komandan anti-teror Iran Letnan Jenderal Qassem Soleimani di Irak awal tahun ini.

Artikel tersebut diklaim berdasarkan laporan intelijen AS, konon dilihat oleh pejabat pemerintah AS dan pejabat lain yang mengetahui dokumen tersebut, mencatat bahwa Marks kemungkinan besar dipilih karena kedekatannya dengan Presiden AS Donald Trump.

Kementerian Luar Negeri Iran dengan tegas menolak tuduhan "tidak berdasar" sebagai bagian dari metode "usang pejabat Amerika untuk menciptakan suasana Iranophobia di arena internasional".

Trump, bagaimanapun, mengutip laporan itu untuk mengancam serangan "1.000 kali lebih besar" terhadap Iran.

Scott menekankan bahwa Afrika Selatan telah meningkatkan keamanan untuk melindungi misi dan personel diplomatik AS, dengan mengatakan, "Plot pembunuhan terhadap diplomat semacam itu dipandang dengan sudut pandang yang sangat serius dan Mulia, Duta Besar Marks telah diyakinkan akan komitmen kami dalam hal ini."

Selain itu pada hari Jumat, Menteri Hubungan Internasional Afrika Selatan Naledi Pandor mengatakan negaranya "sama terkejutnya dengan teman-teman Irannya" setelah mengetahui tentang dugaan plot pembunuhan tersebut.(IT/TGM)
Artikel Terkait
Comment