0
Wednesday 23 September 2020 - 15:39
Turki - Zionis Israel:

Dikritik Keras oleh Erdogan, Dubes Israel tinggalkan Sidang Umum PBB

Story Code : 887928
Recep Tayyip Erdogan. Turkish President.jpg
Recep Tayyip Erdogan. Turkish President.jpg
Dubes Erdan pergi saat Erdogan mengecam kebijakan "penindasan, kekerasan, dan intimidasi" Zionis Israel terhadap Palestina dalam pidato yang telah direkam sebelumnya.

"Tangan kotor itu yang menjangkau privasi Yerusalem, di mana tempat-tempat suci tiga agama besar hidup berdampingan, terus meningkatkan kekurangajarannya. Rakyat Palestina telah menentang kebijakan penindasan, kekerasan, dan intimidasi Zionis Israel selama lebih dari setengah abad," kata Erdogan, Selasa (22/9).

Lebih jauh Erdogan mengatakan bahwa atas penolakan dokumen penyerahan, yang coba diberlakukan di Palestina dengan nama Kesepakatan Abad Ini, Israel kali ini mempercepat upayanya untuk "memiliki jalur dalam" dengan bantuan kolaboratornya---mengacu pada rencana jalur belakang AS untuk mencapai penyelesaian damai antara Palestina dan Israel yang bertujuan untuk mendirikan negara Palestina di Gaza saja.

Dia menegaskan bahwa Turki tidak akan mendukung "rencana apa pun yang tidak disetujui oleh rakyat Palestina."

"Partisipasi beberapa negara di kawasan dalam permainan ini tidak berarti apa-apa selain melayani upaya Israel untuk mengikis parameter dasar internasional. Negara-negara itu telah menyatakan niat mereka untuk membuka kedutaan besar di Yerusalem, yang melanggar resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum internasional, hanya membuat konflik semakin rumit dengan tindakan mereka," tutur Erdogan.

Dia menekankan bahwa konflik hanya dapat diselesaikan dengan pembentukan negara Palestina yang "merdeka, berdaulat, dan bersebelahan" berdasarkan perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

"Mencari solusi selain ini adalah sia-sia, sepihak dan tidak adil," kata Erdogan.[IT/r]
 
 
Comment