0
Thursday 1 October 2020 - 15:38
Iran dan Arab Teluk:

Iran Mengatakan Kedaulatannya Atas Trio Pulau Teluk Persia 'Tak Tergoyahkan'

Story Code : 889551
Satellite photo of the Persian Gulf retrieved from NASA.jpg
Satellite photo of the Persian Gulf retrieved from NASA.jpg
"Kedaulatan Iran atas pulau-pulau Iran Abu Musa, Greater Tunb, dan Lesser Tunb pasti dan tidak dapat disangkal," kata Saeed Khatibzadeh dalam sebuah pernyataan Rabu.

Menolak klaim menteri luar negeri UEA yang "tidak berdasar" tentang trio pulau, juru bicara itu mengatakan tindakan Iran telah diambil dalam kerangka melaksanakan kedaulatan dan integritas teritorialnya, dan jelas tidak ada hubungannya dengan pemerintah asing mana pun.

Komentar semacam itu dan pengulangan klaim tidak berdasar tidak akan pernah berdampak pada kedaulatan negara kita karena tidak memiliki nilai hukum, tambahnya.

Khatibzadeh membuat komentar tersebut sebagai reaksi atas pidato Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional UEA di UNGA, Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan, di mana dia mengklaim negaranya memiliki hak hukum terkait kedaulatan atas tiga pulau Teluk Persia.

Sheikh Abdullah juga menuduh Iran telah “menduduki” pulau-pulau tersebut dengan melanggar Piagam PBB.

Pulau-pulau Greater Tunb, Lesser Tunb, dan Abu Musa yang memiliki posisi strategis selalu menjadi bagian dari Iran, buktinya dapat ditemukan di dan diperkuat oleh dokumen sejarah, hukum, dan geografis yang tak terhitung jumlahnya di Iran dan bagian lain dunia. Namun, Uni Emirat Arab telah berulang kali mengajukan klaim tak berdasar atas pulau-pulau tersebut.

Dalam komentarnya pada hari Rabu (30/9), juru bicara Iran juga mengecam gangguan "destruktif" Abu Dhabi di sejumlah negara dan partisipasi aktifnya dalam perang.

Khatibzadeh mengatakan keputusan UEA untuk menormalisasi hubungannya dengan perampas dan penghasut Israel sebenarnya telah mengubah Abdu Dhabi menjadi bagian dari krisis di kawasan Asia Barat.

UEA dan Bahrain menandatangani perjanjian normalisasi yang kontroversial dengan Zionis Israel di Gedung Putih pada 15 September, di tengah kemarahan di seluruh Palestina dan dunia Muslim.

Iran telah memperingatkan bahwa UEA akan bertanggung jawab atas konsekuensi kehadiran Israel di wilayah tersebut.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment