0
Sunday 25 October 2020 - 04:40
Turki - Prancis:

Erdogan: Macron Butuh 'Perawatan Kesehatan Mental' dan Tidak Memahami Kebebasan Beragama

Story Code : 893885
Recep Tayyip Erdogan Emmanuel Macron.jpg
Recep Tayyip Erdogan Emmanuel Macron.jpg
“Apa masalah Macron dengan Islam dan Muslim? Dia membutuhkan perawatan kesehatan mental,” kata Erdogan pada pertemuan Partai Keadilan dan Pembangunan yang berkuasa pada hari Sabtu (24/10), media Turki melaporkan.

Apa lagi yang bisa dikatakan kepada seorang kepala negara yang tidak memahami kebebasan berkeyakinan dan memperlakukan jutaan anggota agama minoritas di negaranya seperti ini? Pertama-tama, dia membutuhkan [pemeriksaan] mental.

Paris tampaknya tidak terkesan dengan pandangan Erdogan terhadap Macron, kemudian mencela pernyataannya sebagai "tidak dapat diterima".

Erdogan sangat kritis terhadap retorika yang digunakan Macron untuk memerangi ekstremisme Islam di Prancis.
 
Pada awal Oktober, pemimpin Prancis itu menyatakan bahwa Islam sedang "mengalami krisis" di seluruh dunia karena kebangkitan fundamentalisme. Dalam pidatonya yang sama, Macron meluncurkan serangkaian langkah yang bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai sekuler negara itu dan membatasi apa yang dia sebut sebagai "separatisme Islam". Presiden Turki mengecam sikap Macron sebagai "provokasi yang jelas," menuduhnya menargetkan Islam untuk "menutupi" kegagalannya dalam kebijakan domestik.

Pemerintah Prancis memperbarui janjinya untuk menindak Islam radikal setelah negara itu dikejutkan oleh pembunuhan Samuel Paty. Seorang guru sekolah menengah, Paty dipenggal di pinggiran kota Paris pada 16 Oktober oleh seorang pengungsi muda Chechnya setelah dia menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya sebagai bagian dari kelas tentang kebebasan berekspresi.
 
Menanggapi pembunuhan tersebut, para pejabat berjanji akan memperkuat pengawasan pendanaan masjid dan menutup masjid dan LSM Muslim yang dituduh menyebarkan kebencian secara online, di antara langkah-langkah lainnya.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment