0
Tuesday 27 October 2020 - 12:18
China - AS:

China Memberlakukan Pembatasan Baru pada Outlet Berita AS sebagai Tindakan Pembalasan terhadap Washington

Story Code : 894238
Chinese and American flags.jpg
Chinese and American flags.jpg
Ketika Washington meningkatkan kebijakan yang membatasi terhadap outlet media milik China, Beijing secara berkala memperkenalkan aturan yang mewajibkan outlet media AS untuk mendaftarkan detailnya kepada pihak berwenang dalam tanggapan balas dendam.

Minggu lalu, AS menyatakan beberapa media China sebagai "misi asing". Sebagai tanggapan, Beijing mengumumkan pada hari Senin (26/10) bahwa enam organisasi media AS akan diminta memberi tahu pemerintah tentang kepegawaian, keuangan, dan real estat mereka.

Perusahaan media AS yang terkena dampak aturan baru tersebut adalah American Broadcasting Corporation (ABC), Biro Urusan Nasional, Feature Story News, Los Angeles Times, Minnesota Public Radio, dan Newsweek.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, juru bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian menggambarkan tindakan tersebut sebagai "pembelaan diri yang sah dan dibenarkan dalam segala hal" dalam menanggapi kebijakan AS yang sedang berlangsung.

"Apa yang telah dilakukan Amerika Serikat secara eksklusif menargetkan organisasi media China yang didorong oleh mentalitas Perang Dingin dan basis ideologis," tambah Zhao.

Selain mencap mereka sebagai perwakilan luar negeri, Washington telah membatasi jumlah jurnalis yang dapat bekerja di kantor-kantor media China di AS dari 160 menjadi 100.

Beijing dan Washington telah memberlakukan pembatasan tit-for-tat di outlet media di tengah retorika yang semakin tidak bersahabat dari Gedung Putih.

Minggu lalu AS menunjuk enam organisasi media China lagi sebagai saluran propaganda negara. The Beijing Review, Economic Daily, Jiefang Daily, Social Sciences in China Press, Xinmin Evening News, dan Yicai Global semuanya terkena aturan baru, sehingga jumlah outlet media China yang terdaftar sebagai agen asing tahun ini menjadi 15.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment