0
Thursday 29 October 2020 - 18:07

Ulama Bahrain: Muslim Tidak Boleh Tinggal Diam Atas Penghinaan Macron Terhadap Islam

Story Code : 894761
Ulama Bahrain: Muslim Tidak Boleh Tinggal Diam Atas Penghinaan Macron Terhadap Islam

Ulama terkemuka Syiah Bahrain Ayatollah Sheikh Isa Qassim telah mengecam pernyataan anti-Islam yang keterlaluan dari Presiden Prancis Emmanuel Macron, menyerukan negara-negara Muslim untuk tidak tinggal diam dalam menghadapi penghinaan sekecil apa pun terhadap Nabi Muhammad (alaihissalam).

Dalam pernyataan yang dipublikasikan di situs almuqawim Bahrain, Sheikh Qassim mengatakan bahwa mereka yang tidak menghormati Nabi Muhammad (SAW) sama dengan menghina semua nabi suci lainnya.

Macron telah menghadapi serangan balik yang berkembang di dunia Islam atas membela karikatur ofensif Nabi Muhammad (SAW) dan memerintahkan tindakan keras terhadap Islam dan pengikutnya di negara Eropa.

Awal bulan ini, guru sejarah Prancis Samuel Paty memancing kemarahan dengan menunjukkan kepada murid-muridnya kartun Nabi Muhammad (SAW) yang menghujat yang diterbitkan oleh surat kabar satir Charlie Hebdo.

Dia dibunuh di luar sekolahnya di pinggiran kota Paris pada 16 Oktober oleh seorang pemuda berusia 18 tahun, yang diidentifikasi bernama Abdullakh Anzorov, yang ditembak mati oleh polisi segera setelah pembunuhan itu.

Macron menggolongkan insiden itu sebagai "serangan teroris Islam".

Sebagai penghormatan kepada guru yang terbunuh, Macron menggambarkannya sebagai "pahlawan yang pendiam" dan secara anumerta memberinya Légion d'Honneur, penghargaan sipil tertinggi di negara itu.(IT/TGM)
Artikel Terkait
Comment