0
Monday 2 November 2020 - 19:43
Gejolak Afghanistan:

20 Orang Tewas dalam Serbuan Bersenjata di Kampus Universitas di Kabul, Afghanistan

Story Code : 895514
Afghan policemen keep watch near the site of an attack in Kabul, Afghanistan.JPG
Afghan policemen keep watch near the site of an attack in Kabul, Afghanistan.JPG
Polisi mengepung kampus setelah sekelompok pria bersenjata memasuki kompleks universitas, kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Tariq Arian. Baku tembak antara pasukan keamanan dan para penyerang telah berkecamuk selama beberapa jam.

Sumber mengatakan kepada saluran TOLOnews setempat bahwa setidaknya 20 orang telah tewas dan lebih dari 40 luka-luka. Namun, para pejabat belum mengkonfirmasi korban tersebut.

Menurut TOLOnews, ada tiga penyerang. Outlet tersebut mengatakan telah terjadi ledakan dan tembakan meletus ketika pejabat Afghanistan dan Iran secara resmi membuka pameran buku yang diselenggarakan bersama oleh kedua negara.

Outlet tersebut memposting foto mahasiswa yang dievakuasi dari kampus.

Sebuah video dari tempat kejadian menunjukkan orang-orang dengan tergesa-gesa berjalan di jalan dan kemudian melarikan diri dengan panik saat terdengar suara keras.

Sebuah konvoi kendaraan lapis baja, yang menurut media lokal adalah milik "pasukan asing", difilmkan bergerak menuju Kabul.

Seorang juru bicara Kementerian Kesehatan mengatakan kepada 1TV bahwa empat orang, termasuk seorang dosen di universitas tersebut, telah dirawat di rumah sakit.

Belum ada kelompok militan, termasuk Taliban, yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Pagi-pagi sekali, sebuah bom meledak di Kabul, melukai seorang petugas keamanan dan seorang warga sipil.

Pekan lalu, sebuah SUV yang dilengkapi bahan peledak diledakkan di bagian kota yang berbeda, melukai tiga warga sipil.

Pada bulan September, utusan PBB untuk Afghanistan, Deborah Lyons, memperingatkan tentang "kekerasan yang hampir mencapai rekor" yang terjadi di seluruh negeri, sementara pembicaraan antara Taliban dan pemerintah yang didukung Barat di Kabul telah terhenti.[IT/r]
 
Artikel Terkait
Comment